Senin, 15 Juni 2026

Ujian Nasional Dihapus

Ujian Nasional Dihapus Nadiem Makarim, Pengamat Pendidikan: Sekarang Lebih Baik

Budi Trikorayanto menyebut standar pendidikan di Indonesia yang menerapkan ujian nasional (UN) itu mengikat para guru dan murid.

Tayang:
Editor: Yongky Yulius
KOMPAS.COM / KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. 

TRIBUNJABAR.ID - Pengamat Pendidikan, Budi Trikorayanto menyebut standar pendidikan di Indonesia yang menerapkan ujian nasional (UN) itu mengikat para guru dan murid.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Rabu (11/12/2019), mengumumkan pelaksanaan ujian nasional pada 2021 akan dihapus.

Pelaksanaan ujian nasional (UN) akan diganti dengan program Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

 

Budi menilai penggantian UN akan lebih baik.

Sebab, menurutnya, standar pendidikan saat ini sudah membelenggu para guru dan siswa.

Budi mengatakan, para guru tidak bisa mengajarkan pendidikan karakter kepada anak, karena fokus pada ujian nasional.

"Standar-standar pendidikan itu sangat membelenggu, seperti misalnya masalah karakter yang tidak tercakup dalam ujian nasional sebelumnya," ujar Budi di Studio Menara Kompas, Rabu (11/12/2019), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Ujian Nasional Dihapus, Kadisdik Kabupaten Cirebon: Siswa Tidak Resah Lagi Sebelum UN

"Itu tidak adil untuk murid juga," lanjut Budi.

Ia menyebut, murid harus belajar selama tiga tahun, dan mendapatkan evaluasi dari belajarnya itu dari pelaksanaan UN.

"Mereka belajar tiga tahun untuk evaluasi yang dua hari, dengan UN yang seperti itu," katanya.

Sehingga jika pelaksanaan UN akan dihapus pada 2021 mendatang, Budi menyebutnya itu lebih baik.

"Sekarang lebih baik," ujar Budi.

Pengamat pendidikan, Budi Trikorayanto
Pengamat pendidikan, Budi Trikorayanto (Channel YouTube KOMPASTV)

Menurut Budi, program pengganti UN itu bertujuan untuk memberi kemerdekaan untuk guru dan dunia pendidikan.

"Lebih baik, karena ini dalam rangka untuk memerdekakan guru dan pendidikan," jelasnya.

Budi menyebut, dengan adanya pelaksanaan UN, guru dan pihak sekolah hanya fokus mempersiapkan UN saja.

"UN itu selama ini sudah membuat disorientasi pendidikan, sehingga guru dan sekolah fokusnya hanya ke UN," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved