Jumat, 8 Mei 2026

Rumah Warga di Sleman Diteror Bom Molotov, Etalase Rumah Makan Padang Dirusak

Orang tak dikenal dilaporkan melempar bom molotov ke arah sebuah rumah warga di Sleman, Rabu (11/12/2019) dini hari.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Kondisi rumah Ngadilah warga di Dusun Pasekan Kidul, Rt 1/Rw 1 Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman setelah dilempar molotov oleh orang tidak dikenal 

"Tadi pagi polisi sudah datang. Ini saya membuat laporan ke polisi," ujar dia.

Dari pengamatan Kompas.com, di lokasi tampak dinding depan rumah berwarna hitam bekas terbakar.

Kaca cendela rumah juga dalam keadaan pecah.

Wacana Meniadakan UN, Wapres Maruf Amin Sebut Butuh Alat Ukur Kualitas Pendidikan

Rumah makan Padang dirusak

Sebuah etalase rumah makan Padang yang berada di Jalan Wates kilometer 7, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menjadi sasaran perusakan oleh orang tak dikenal.

Kejadian perusakan itu diduga terjadi pada Rabu (11/12/2019), dini hari.

Akibatnya, kaca etalase yang digunakan untuk meletakan menu makanan pecah.

"Saya tidak tahu kejadianya. Saya kan tinggal di Sedayu," ujar pemilik rumah makan Padang Robby Algedra (33), saat ditemui, Rabu.

Robby baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu oleh tetangga yang tinggal di sebelah warung makannya.

Tetangga menceritakan bahwa ada orang tidak dikenal yang memecahkan kaca etalase.

"Jam 03.00, tetangga ada yang mendengar, terus langsung keluar ngecek. Ternyata kaca etalase sudah pecah," kata Robby.

Etalase rumah makan padang milik Robby Algedra (33) di Jalan Wates Km 7, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman pecah setelah dirusak orang tak dikenal.
Etalase rumah makan padang milik Robby Algedra (33) di Jalan Wates Km 7, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman pecah setelah dirusak orang tak dikenal. (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Natal 25 Desember, Cocok Bagikan WhatsApp dan Instagram

Saat tiba di warung makan miliknya, Robby melihat ada beberapa warga yang berkumpul di seberang jalan.

"Ada yang datang ke sini memberitahu kalau di depan, pada waktu yang bersamaan ada rumah warga yang dilempar molotov," ucap Robby.

Robby tidak mengetahui apakah kaca etalase miliknya dipukul dengan kayu atau dilempar batu.

Sebab, dirinya tidak menemukan adanya batu atau kayu yang tertinggal.

Sumber: Kompas
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved