Persib Bandung

Umuh Muchtar Mulai Ragu Persib Bandung Finish di Peringkat Kelima, ''Susah, Kayaknya Agak Berat''

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mulai pesimistis untuk bisa mengakhiri kompetisi Liga 1 2019 di peringkat kelima.

Umuh Muchtar Mulai Ragu Persib Bandung Finish di Peringkat Kelima, ''Susah, Kayaknya Agak Berat''
Tribunjabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Bandung, Selasa (10/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mulai pesimistis untuk bisa mengakhiri kompetisi Liga 1 2019 di peringkat kelima.

Menurut Umuh, jalan Maung Bandung menuju posisi lima besar sangat berat.

Dengan posisi Persib yang masih tercecer di peringkat 10, target ke lima besar tergantung juga dengan hasil yang diraih tim lain.

"Susah yah. Kami untuk lima besar kayaknya agak berat. Tapi mudah-mudahan saja, tidak menutup kemunkinan kalau semua berjibaku ada keinginan, berusaha keras, ya Insya Allah. Terus yang lain terpepet - terpepet, tapi kalau lihat seperti ini kami agak agak berat," ujar Umuh di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Bandung, Selasa (10/12/2019).

Selama Cipto Gudang Rabat Beroperasi, 40 Persen Pedagang di Pasar Baru Indramayu Gulung Tikar

Persib sendiri menyisakan tiga laga sebelum kompetisi Liga 1 berakhir.  Diakuinya, target untuk bisa menembus lima besar memang sedikit meleset.

Tim besutan Robert ini akan menghadapi Borneo FC (12/11), Perseru Badak Lampung (16/12), dan PSM Makassar (22/22). Umuh berharap disisa tiga laga ini, Persib bisa menyapu bersih dengan kemenangan.

"Tapi jangan pesimis, harus tetap optimis, jangan pesimis, kami bisa memenangi  tiga pertandingan ini saja, sudah luar biasa," ucapnya.

Ditanya soal apa masalah yang terjadi sehingga target untuk menembus lima besar meleset, Umuh mengungkapkan bahwa ada pertandingan yang harusnya dimenangkan tetapi berakhir draw atau kalah.

Terdakwa Mutilasi PNS Bandung Dituntut Hukuman Mati, Menangis dan Meminta Maaf

Selain itu, ia pun tak percaya adanya pengaturan skor yang sempat merebak usai Supardi Nasir dan Achmad Jufriyanto melakukan gol bunuh diri.

"Dari kemarin setelah kami dengan Bali, terus sebelum berangkat ke Bali, kami draw di sini itu waktu main di sini sangat-sangat menyakitkan dan itu bukan permainan Persib, bisa seperti itu. Semua orang lihat, kenapa kenapa, tidak ada apa apa, main normal. Dan anak anak saya yakin tidak ada yang terpengaruh ada match fixing atau ada kelirulah tidak ada. Apalagi Supardi, Jupe saya punya keyakinan bahwa mereka itu kuat ibadahnya," katanya.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved