Bendahara RSUD Lembang Divonis 8 Tahun Penjara, Korupsi BPJS Rp 5,5 Miliar Baru Balikin Rp 5 Juta

Mantan bendahara RSUD Lembang, Meta Susanti divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi, perbuatan melawan

Tribunjabar/Mega Nugraha
Bendahara RSUD Lembang Divonis 8 Tahun Penjara, Korupsi BPJS Rp 5,5 Miliar Baru Balikin Rp 5 Juta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -‎ Mantan bendahara RSUD Lembang, Meta Susanti divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi, perbuatan melawan hukum, menguntungkan diri sendiri, dan merugikan keuangan negara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (4/12/2019) malam.

Dia dijatuhi pidana penjara selama 8 tahun. Majelis hakim menyatakan, Meta menggunakan uang klaim BPJS Kesehatan RSUD Lembang tahun 2017 dan 2018 senilai Rp 5,5 miliar untuk kepentingan pribadi.

Selain pidana penjara selama 8 tahun, ia juga didenda Rp 200 juta. Kemudian harus mengembalikan uang negara Rp 5,5 miliar.

"Terdakwa Meta Susanti sudah mengembalikan uang kerugian negara ke kas daerah senilai Rp 5 juta. ‎Pengembalian uang Rp 5,5 M harus dikembalikan 1 bulan setelah putusan itu dibacakan. Jika tidak, hukuman kurungan 3 tahun," katanya.

Bumdes Guha Bau, Ubah Tempat Angker jadi Green Canyon, Kini Ramai Dikunjungi Wisatawan

Dalam kasus ini, selain Meta, mantan Kepala RSUD Lembang Onni Habie juga divonis bersalah. Dia dijatuhi hukuman selama 6 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta. Beda dengan Meta, Onni sudah mengembalikan uang negara Rp 100 juta.

Kasus ini bermula saat RSUD Lembang menerima pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan cabang Cimahi pada 2017 dan 2018 senilai Rp 11,4 M. Kemudian, kedua terdakwa mencairkan dana itu.

"Namun, oleh terdakwa, uang Rp 11,4 M itu tidak disetorkan langsung ke kas daerah Pemkab Bandung Barat dalam hal ini dinas kesehatan," ujar Ketua Majelis Hakim, Asep Sumirat dalam putusannya.

Uang itu kemudian disimpan di loker di ruangan kerja terdakwa Meta Susanti.

BREAKING NEWS, Tak Ada Kursi, Murid SDN Jatimunggul 1 Indramayu Terpaksa Ujian secara Lesehan

"Padahal seharusnya dalam 1x24 jam, uang itu harus segera disetorkan ke kas daerah. Namun akhirnya, dari Rp 11,5 M dana yang diambil, hanya Rp 3,7 M yang disetorkan," katanya.

Sisanya kata dia, senilai Rp 7,7 M, digunakan untuk kepentingan pribadi kedua terdakwa. Antara lain, oleh terdakwa Onni Habie‎ digunakan senilai Rp 2 M untuk membayar uang muka angsuran kredit mobil Toyota Alhard tahun 2014, Honda HRV 2017 hingga bayar cicilan rumah dan kepentingan pribadi lainnya.

"Sedangkan sisanya, Rp 5 M lebih, digunakan Meta Susanti untuk membayar cicilan rumah di Jambi, membeli furniture, saham hingga kepentingan pribadi lainnya. Sehingga, total kerugian negara berdasarkan audit Inspektorat Pemkab Bandung Barat mencapai Rp 7,7 M," ujar Asep.

Usai sidang, Meta tampak menunduk dan menangis. Ia tak berkomentar saat ditanya soal putusan hakum pun demikian saat ditanya soal pengembalian uang.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved