Kasus Korupsi Mantan Dirut PD Pasar Kota Bandung, Duit Rp 1,1 Miliar Dipakai Beli Garam 400 Ton

Dugaan korupsi‎ yang melibatkan mantan Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Andri Salman bermula

Kasus Korupsi Mantan Dirut PD Pasar Kota Bandung, Duit Rp 1,1 Miliar Dipakai Beli Garam 400 Ton
Tribunjabar/Mega Nugraha
Sidang Perdana Mantan Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dugaan korupsi‎ yang melibatkan mantan Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Andri Salman bermula saat dia meminta seluruh bilyet deposito senilai Rp 2,5 miliar kepada bendahara pengeluaran PD Pasar pada 2017.

"Surat -surat berharga itu disimpan di brankas terdakwa dengan alasan untuk mempermudah pengelolaan‎," ujar jaksa penuntut umum Kejari Bandung, Gani Alamsyah pada sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (4/12/2019).

Andri Salman duduk sebagai terdakwa, ia tidak ditahan. Ketua Majelis Hakim Daryanto meminta Andri Salman untuk tidak sekali-kali mangkir di persidangan. Jika mangkir, hakim akan mengeluarkan penetapan penahanan.

Kata jaksa, setelah surat berharga disimpan, Andri Salman kemudian muncul niat untuk berbisnis garam karena saat itu Kota Bandung sedang mengalami krisis garam.

Skuat Persib Bandung vs Persela Lamongan Recovery, Ezechiel N Douassel Latihan

"Untuk bisnis garam itu, Andri Salman mengajak Jajang Hariadi selaku Direktur Fast Media Internusa untuk kerjasama pengadaan garam yang diberi nama Garam Juara, sebanyak 400 ton," katanya.

Untuk bisnis garam seberat 400 ton itu, Andri menyerahkan uang Rp 1,1 miliar sebelum garam diterima di gudang yang disediakan terdakwa. Uang untuk bisnis garam itu, menggunakan surat berharga yang dikuasai terdakwa.

"Surat bilyet deposito itu diserahkan ke BPR Harta Insan Karimah Parahyangan Bandung dan digunakan sebagai jaminan pembiayaan untuk pembayaran pembelian garam antara Andri Salman dengan PT Fast Media Internusa," ujarnya.

Setelah menggadaikan surat deposito itu, BPR HIK Parahyangan B‎andung kemudian mencairkan dana pembiayaan pada PT Fast Media Internusa pada Bank Syariah Mandiri senilai Rp 2,4 miliar dalam dua tahap. Tahap pertama 26 April 2017 senilai Rp 1,4 miliar.

Mengapa Persib Bandung Bisa Kalah dari Persela Lamongan? Ini Penjelasan Supardi Nasir

"Uang Rp 1,4 miliar itu digunakan untuk pembayaran pembelian garam seberat 400 ton senilai Rp 1,1 miliar. Sisanya Rp 300 juta, tetap berada di rekening Fast Media Internusa," katanya.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved