Ibu Wafat Setelah Melahirkan 3 Bayi Kembar di Medan, Dalam Islam Disebut Wafat Keadaan Syahid
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyampaikan, seorang wanita hamil kemudian meninggal akan disejejarkan dengan para pejuang syahid.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Kisdiantoro
Seorang ibu wafat setelah melahirkan 3 bayi kembar, dijelaskan dalam Islam keistimewaannya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyampaikan, seorang wanita hamil kemudian meninggal akan disejejarkan dengan para pejuang syahid
TRIBUNJABAR.ID - Dikabarkan baru-baru ini, seorang ibu wafat usai melahirkan 3 bayi kembar di Medan.
Santer viral di media sosial, kabar tersebut mendapatkan simpati dan perhatian masyarakat.
Banyak yang mendoakan supaya ibu yang wafat itu dalam keadaan syahid, husnul khotimah dan diampuni segala dosanya.
Lantas bagaimana keterangan dalam Islam?
Seorang ibu atau wanita yang melahirkan kemudian wafat dianugerahkan syahid diampuni segala dosanya?
• Foto-foto Ibu Muda Meninggal Usai Lahirkan 3 Bayi Kembar di Medan, Bayinya Sehat, Ganteng & Cantik
Dilansir dari dalamislam.com, dalam keterangan Islam, melahirkan adalah salah satu bentuk anugerah bagi para wanita.
Hal ini juga yang menjadikan posisi seorang wanita atau ibu dalam Islam memiliki posisi tinggi dibandingkan ayah.
Sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu,
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’
"Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’
"Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’
"Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari 5971 dan Muslim 2548).
Dari keterangan riwayat hadist tersebut betapa mulianya seorang wanita atau seorang ibu.
Menjadi ibu merupakan karunia kesempurnaan bagi wanita.