15 Desa di Jatitujuh Majalengka Rawan Banjir Selama Musim Hujan
Diharapkan, dengan kegiatan itu masyarakat Kecamatan Jatitujuh dapat menanggulangi bencana banjir yang sudah memasuki musim hujan.
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Camat Jatitujuh, Rony Setiawan menyebut seluruh desa di wilayahnya merupakan daerah rawan banjir.
"Di Jatitujuh ada 15 desa, nah seluruh desa di sini rawan bencana banjir," ujar Rony Setiawan, Selasa (3/12/2019).
Menurutnya, rawan banjir yang berpotensi di wilayahnya disebabkan beradanya di sisi Utara Kabupaten Majalengka yang merupakan daerah rendah.
Disebutkan dia, seluruh desa itu, yakni Babajurang, Biyawak, Jatiraga, Jatitengah, Jatitujuh, Pangkalanpari, Panongan, Panyingkiran, Pasindangan, Pilangsari, Putridalem, Randegan kulon, Randegan Wetan, Sumber kulon dan Sumber wetan.
"Sebenarnya hampir rata walaupun ada wilayah yang tidak dialiri tetapi ada daerah yang memiliki rawa, nah rawa itu jika di musim hujan bakal banjir dan pernah ada orang tenggelam," ucap dia.
• Soal Rencana Kenaikan Iuran BPJS, Bupati Majalengka: Bukan Solusi Tepat
• Daerah Rawan Bencana di Majalengka Saat Musim Hujan, di Selatan Rawan Longsor, di Utara Banjir
Menyikapi hal itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan sosialisasi dan praktek simulasi Search and Rescue (SAR).
Diharapkan, dengan kegiatan itu masyarakat Kecamatan Jatitujuh dapat menanggulangi bencana banjir yang sudah memasuki musim hujan.
"Ya alhamdulilah, kami bekerjasama dengan BPBD Majalengka mengenalkan kepada kaum muda khususnya di Kecamatan Jatitujuh untuk mengenalkan pertolongan pertama saat kejadian bencana banjir," kata Rony.
Sementara, menurut catatan BPBD wilayah Utara Kabupaten Majalengka memiliki potensi rawan bencana banjir.
Setidaknya, ada empat Kecamatan rawan banjir, yaitu Kecamatan Jatitujuh, Kertajati, Ligung dan Kadipaten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/camat-jatitujuh-rony-setiawan.jpg)