Breaking News:

Partini Jadi Satu-satunya Saksi Mata Hidup Kecelakaan Maut Tol Cipali, Ini Kondisinya di Rumah Sakit

Partini adalah penumpang Toyota Avanza B-1076-PVC yang terlibat kecelakaan dengan Truk Fuso B-9556-UIO di Tol Cipali KM 113.

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
tribunjabar/ery chandra
Partini terbaring di Ruang IGD RSUD Subang, Minggu (1/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Partini (41) tampak terbaring lemah dengan mata terpejam di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang.

Partini adalah penumpang Toyota Avanza B-1076-PVC yang terlibat kecelakaan dengan Truk Fuso B-9556-UIO di Tol Cipali KM 113.

Wanita ini menjadi satu-satunya yang selamat pada tabrakan maut itu, meski mengalami luka berat. Enam penumpang lainnya, termasuk seorang anaknya tewas dalam musibah tersebut.

Dari pantauan Tribun Jabar, anggota keluarga Partini tampak berada mendampinginya. Seorang anggota polisi hendak meminta keterangan Partini, namun belum bisa berkomunikasi.

 Ridwan Kamil Sebut Pemprov Jabar Tengah Mengkaji Eselon III dan IV Diganti oleh Robot

Supriyono (50), keluarga Partini, mengatakan sejak keluarga tiba di RSUD Subang, adik iparnya itu belum bisa berkomunikasi. Bahkan hanya sesekali membuka kelopak matanya.

"Kami lihat sekilas lukanya di bagian kepala dan bibirnya. Kalau tangan sama kaki belum tahu ada luka atau enggak, takutnya dibagian dalam," ujar Supriyono kepada Tribun Jabar, di ruang IGD RSUD Subang, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya, pihak keluarga masih menanti keputusan dari tim dokter yang menangani Partini. Apabila kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat dari domisili mereka, maka bakal dibawa.

 Cerita Sang Kakak Saat Terima Ijazah Adiknya yang Baru Saja Meninggal Dunia, Lemas Banget

"Tergantung dokternya, soalnya ke Solo jaraknya jauh sekitar delapan jam perjalanan. Kalau dibolehkan kami ke sana. Kalau tidak dizinkan maka disini juga enggak apa-apa," katanya.

Saat pihak keluarga berdiskusi dengan Humas RSUD Subang, Wawan Gunawan. Pihak rumah sakit menyarankan apabila dirujuk, penting agar memperhatikan fasilitas memadai rumah sakit tersebut.

"Tempat yang dirujuk harus ada dokter spesialis bedah syaraf, ruang ICU dan CT scan. Pastikan ke rumah sakit mana, biar kami bantu. Jangan sampai sudah dibawa baru mencari. Dikhawatirkan tak baik bagi korban," ujarnya sembari menelpon rumah sakit di Solo dan sekitarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved