Pelangi Nusantara 7 Gelar Talkshow DNA Brand dalam Era Digital, Memotivasi Pengusaha dan Startup UKM

Even Pelangi Nusantara 7 yang digelar di Bandung, tidak hanya menyuguhkan aneka penjualan batik.

Penulis: Fasko dehotman | Editor: Ichsan
tribunjabar/fasko dehotman
Puluhan pengusaha dan startup UKM yang telah hadir talkshow tersebut, tampak serius menyimak pemaparan yang disampaikan Konsultan Pendidikan Enterpreneur Lembaga Michedu, Eris Munandar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Even Pelangi Nusantara 7 yang digelar di Bandung, tidak hanya menyuguhkan aneka penjualan batik.

Even yang dimotori oleh BPD Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Jawa Barat ini, turut mengadakan kegiatan talkshow yang digelar di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh No 66, Kota Bandung, pukul 13.00-15.00.

Topik talkshow kali ini membahas tentang DNA Brand Dalam Dunia Digital.

Para inspirator yang menjadi pembicara di talkshow tersebut satu di antaranya adalah Konsultan Pendidikan Enterpreneur Lembaga Michedu, Eris Munandar.

Dihadapan puluhan pengusaha dan startup UKM yang telah hadir di talkshow ini, Eris secara eksluksif menceritakan tentang DNA Brand digital yang berperan penting dalam mengelola bisnis.

Eris mengatakan, DNA bisnis merupakan intisari dari proses perjalanan bisnis seseorang dari waktu ke waktu.

Nasib Tragis Mahasiswa UIN Nurul Faqih, Tewas Kecelakaan di Hari Wisuda, Kakak Wakili Terima Ijazah

"Untuk mewujudkan atau memunculkannya kembali DNA bisnis ini, para pengusaha serta startup UKM harus mengembangkan strategi promosinya, marketingnya, peningkatan kualitas produk, dan sebagainya," ujar Eris di atas panggung.

Eris mengatakan, ketika perkembangan bisnis fesyen sangat luar biasa cepat, para pengusa maupun startup harus terus mengikuti perkembangan zaman digitalisasi.

"Michedu sebagai lembaga konsultan pendidikan enterpreneur, memiliki peranan yang penting bagi para pengusaha maupun startup, agar setiap brand fashion mereka mampu bersaing di era digitalisasi ini," jelas Eris.

Menurut Eris, di era digitalisasi saat ini, sebuah brand bisa tetap bertahan lama apabila bangsa pasarnya itu loyal terhadap produk yang dihasilkan oleh para pengusaha.

Di era digitalisasi ini terdapat berbagai platform yang bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para pengusaha, ketika era konvesional.

Hapus Stigma HIV AIDS, Sejumlah Dokter Gigi Siap Layani Pasien ODHA

Satu di antara penerapan digitalisi adalah melakukan penjualan melalui platform online seperti Facebook dan Instagram.

"Penjualan melalui platform instagram, facebook, dan media sosial lainnya, dipercaya dapat menekan pengeluaran atau low cost. Tetapi harus ada upaya untuk mengoptimalisasi media sosial ini agar penjualan bisnis fesyen semakin baik. Beda halnya dengan era konvesional. Di era tersebut pengusaha maupun startup harus menambah investasi atau biaya bagi promosi mereka," kata Eris.

Menurut Eris, jika penggunaan media soasial ini dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk kebutuhan Marketing (penjualan), ia yakin produk-produk mereka bisa cepat diketahui oleh masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved