Pelangi Nusantara, Upaya Jabar Rebut Pasar Domestik Kelas Middle-Up
Berbagai produk fashion, batik, dan kriya, kualitas ekspor dari kabupaten dan kota di Jawa Barat dipamerkan
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berbagai produk fashion, batik, dan kriya, kualitas ekspor dari kabupaten dan kota di Jawa Barat dipamerkan dan ditawarkan kepada para pengunjung dalam Pameran Pelangi Nusantara di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, 27 November-1 Desember 2019.
Kegiatan tersebut digelar oleh BPD Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Jawa Barat untuk yang ketujuh kalinya.
Dalam pameran ini, ratusan perajin batik, asesoris, kriya, fashion, dari seluruh Jawa Barat, memperlihatkan karyanya kepada publik.
Ketua Asephi Jawa Barat, Hedy Yamasari, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar gelaran produk, tetapi memiliki esensi memfasilitasi produsen dan pembeli potensial dari dalam dan luar negeri.
Setiap tahunnya, katanya, Pelangi Nusantara menghadirkan tema yang sama yaitu batik, fashion, dan kriya. Namun selalu ada yang berbeda pada setiap tahun penyelenggaraannya.
• Pendaftaran CPNS Kota Bandung Tutup, Jumlah Pendaftar 14.026 Orang, Turun Dibanding Tahun Lalu
Tahun ini karya-karya unggulan produsen akan menjadi bagian gaya hidup masyarakat, yang ditampilkan dalam suasana pameran yang berbeda. Demikian pula dengan produk peserta yang semakin bervariasi dan didukung pula dengan acara menarik di setiap harinya.
“Melalui pameran ini, kita dorong para perajin menjadi pengusaha mandiri yang mampu mengembangkan produk serta ekonominya. Lalu dapat merebut pasar domestik sehingga dapat tercapat target pasar di kelas atas, apalagi setelah adanya kebijakan pasar bebas yang berimbas pada membanjirnya produk luar,” kata Hedy dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Hedy menuturkan kerajinan Jawa Barat memiliki keunggulan dengan daya tarik dan keunikan masing-masing.
Produk-produk tersebut berawal dari kreativitas perajin yang sebelumnya mendapat sentuhan desainer dan tentunya sudah teruji kualitasnya.
• LINE UP Bhayangkara FC vs Arema FC, Live Streaming Indosiar Saling Jegal 2 Pesaing Persib Bandung
“Pameran ini menjadi bagian komitmen kami dalam membantu memasarkan produk mereka. Makanya kita buat di tempat strategis, tampilan representatif, dan eksklusif. Kita rebut pasar domestik, khususnya di segmen middle-up. Kita harapakan konsumen datang untuk melihat, belanja, dan bangga dengan produk dari pameran ini,” katanya.
Hedy mengatakan pameran ini pun untuk mempertahankan produk lokal supaya tetap menjadi tuan di negara sendiri. Para produsen diharapkan dapat membuat produk sesuai dengan perkembangan jaman.
“Kolaborasi dan sinergi menjadi hal utama pada pameran ini. Berbagai unsur terlibat dalam kegiatan selama pameran, mulai asosiasi, Dekranasda, komunitas, sampai majelis taklim, sehingga pameran Pelangi Nusantara tidak hanya menjadi ajang perhelatan bagi Asephi Jawa Barat tapi juga untuk asosiasi dan komunitas di kota Bandung” ujarnya.
Hedy mengatalan selain perajin dari Jawa Barat, pameran ini diikuti perajin dari sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan DKI Jakarta.
Produk yang ditampilkan di antaranya kain tradisional handmade, clutch, selop, aksesoris cantic handmade, craft handmade, fashion etnik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelangi-nusantara-upaya-jabar-rebut-pasar-domestik-kelas-middle-up.jpg)