Breaking News:

Pemkab Majalengka Ajukan Kawasan Terasering Panyaweuyan ke FAO

Pemerintah Kabupaten Majalengka akan mengajukan kawasan terasering Panyaweuyan di Kecamatan Argapura

tribunjabar/eki yulianto
Suasana seminar Pelestarian Warisan Pertanian dan Pangan untuk Ketahanan Pangan, Selasa (26/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka akan mengajukan kawasan terasering Panyaweuyan di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka ke lembaga Food and Agriculture Organization (FAO).

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Majalengka, Tarsono Mardiana saat membuka kegiatan seminar pelestarian warisan pertanian dan pangan untuk ketahanan pangan, Selasa (26/11/2019).

Kegiatan yang digelar di Gedung Graha Sindangkasih itu, Tarsono mengatakan pihaknya akan mengajukan kawasan itu ke FAO atau Organisasi Pangan dan Pertanian.

Sebab, kata dia, kawasan terasering itu memiliki landscape yang sangat eksotik dengan bentangan pegunungan kaki Gunung Ciremai.

"Potensi lahan budidaya holtikultura dengan sistem pengelolan lahan pertanian terasering yang unik," ujar Tarsono, Selasa (26/11/2019).

Profil Richard Kevin, Aktor Tampan yang Bakal Nikahi Cut Tari, Begini Kiprah dan Kisah Asmaranya

Wabup menyampaikan, Kabupaten Majalengka memiliki potensi alam yang luar biasa.

Ada juga, jelas dia, budaya pertanian terus turun temurun serta mempunyai nilai edukasi yang tinggi.

"sehingga, wajib dilestarikan dan layak diajukan ke FAO sebagai kawasan pelestarian pertanian dan pangan melalui GIAHS/NIAHS.

Tarsono menambahkan, lahan terasering Panyaweuyan dimungkinan tetap terjaga terkait ekosistem lahan pertanian yang masih subur.

LIVE STREAMING RCTI TV Bersama Timnas U-23 Indonesia vs Thailand di SEA Games 2019, Sore Ini

Selain itu, menurutnya tidak pernah terjadi bencana longsor walaun dengan kemiringan pegunungan yang sangat curam.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu, diikuti oleh perwakilan penyuluh pertanian dan Dinas instansi terkait.

Adapun narasumber dari akademisi, Ade Makmur dan Kepala Dinas Pangan provinsi Jawa Barat.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved