Hari Guru Nasional
Tepat dengan Hari Guru Nasional, Hatta Rajasa Mendapat Gelar Doktor Honoris Causa dari ITB
Bertepatan dengan Hari Guru Nasional ITB menggelar sidang terbuka penganugerahan Doktor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan kepada Ir M Hatta Rajasa
Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional, Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan sidang terbuka penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan kepada Ir. M. Hatta Rajasa, di Aula Barat ITB, Jalan Ganesa Nomor 10, Kota Bandung. Senin (25/11/2019).
Penganugerahan gelar yang diberikan ITB tersebut, sebagai wujud pengakuan dan pengharagaan ITB kepada seorang putera/puteri bangsa yang memiliki kontribusi luar biasa bagi kemajuan negeri dalam satu dari empat bidang yang menjadi tolak ukur penilian yang telah ditetapkan.
Ketua Tim Promotor Dr. HC Ir. M. Hatta Rajasa, Prof. Dr. B. Kombaitan, M.Sc. , mengatakan, empat bidang kontribusi tersebut meliputi, pertama, kontribusi dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial, budaya, kemanusiaan dan/atau kemasyarakatan.
• Kumpulan Ucapan atau Kata Mutiara Momen Hari Guru Nasional, Bisa Dikirim via WhatsApp dan Facebook
• Hari Guru Nasional, Nadiem Makarim Ajak Guru Lakukan Perubahan Kecil Mulai dari Kelas
Kedua, kontribusi dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran dalam satu atau sekelompok bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial, budaya, kemanusiaan, dan/atau kemasyarakatan.
Ketiga, kontribusi dalam kemajuan kemakmuran, dan/atau kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia atau umat manusia.
Keempat, kontribusi dalam pengembangan hubungan baik antara bangsa dan negara Indonesia dengan bangsa dan negara lain di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial budaya, kemanusiaan, dan/atau kemasyarakatan.
"Dengan memperhatikan keempat tolok ukur tersebut, dan didasarkan atas penilaian terhadap rekam jejak dan capaian-capaian dari Ir. M. Hatta Rajasa di bidang kebijakan publik, maka kami memandang bahwa Ir. M. Hatta Rajasa layak untuk mendapatkan anugerah gelar Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Bandung," ujarnya dalam pembacaan laporan pertanggungjawaban akademik. Senin (25/11/2019).
• Tampilan Gaun Pesta Kreasi Mahasiswa Kriya Tel-U Bikin Kagum Pengunjung Fashion Show Swastamita 2019
• Persib Bandung Vs Barito Imbang - Herrie Sebut Terlalu PD, Robert Ungkap Kevin, Vizcarra, dan Wasit
Selain Prof. Dr. B. Kombaitan, M.Sc. sebagai ketua, beberapa nama pun terlibat dalam tim promotor dari Dr. (HC) Ir. M Hatta Rajasa yaitu, Prof. Tommy Firman, M.Sc., Ph.D., Prof. Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D., Prof. Freddy Permana Zen, M.Sc, D.Sc., Prof. Ir Doddy Abdassah M.Sc, Ph.D.
Prof. Kombaitan menuturkan, gelar kehormatan Honoris Causa yang dikukuhkan kepada Dr. HC Ir. M Hatta Rajasa menjadi pemberian gelar ke-13 yang disematkan ITB kepada putera/puteri terbaik Indonesia.
Terlebih Dr. HC Ir. M Hatta Rajasa merupakan alumni Teknik Perminyakan ITB Angkatan 73, yang berkiprah dalam bidang pemerintahan dan pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (2001 - 2004), Menteri Perhubungan (2004 - 2007), Menteri Sekretaris Negara (2007 - 2009), dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2009 - 2014).
Kiprah yang panjang selama sekitar 15 tahun di bidang politik dan birokrasi telah menempatkan Ir. M. Hatta Rajasa sebagai sosok yang memiliki peranan penting dalam praktik kebijakan publik di Indonesia, dan dalam pengembangan kebijakan publik itu sendiri sebagai bidang studi keilmuan yang besifat multidisiplin.
Sintesis keilmuan multidisiplin yang lebih spesifik bergantung pada sektor-sektor publik yang dihadapi dalam suatu pengembangan kebijakan publik.
Bidang ilmu kebijakan publik (policy science) merupakan bidang ilmu yang mengalami perkembangan pesat dalam beberapa dekade belakangan, dikarenakan adanya dua faktor pendorong utama yaitu, perubahan sistem politik yang dianut negara-negara demokratis yang pada gilirannya menimbulkan kompleksitas tinggi dalam pengambilan keputusan-keputusan publik;
Serta, dinamika di berbagai sektor publik sebagai konsekuensi dari perubahan-perubahan teknologi, budaya, ekonomi ataupun politik (technological, cultural, economic, political changes) yang memunculkan tantangan-tantangan baru dalam menjawab permasalahan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/itb-beri-gelar-doktoral-honoris-causa-kepada-hatta-rajasa.jpg)