SPP SMA SMK di Jabar Gratis

Standar SMA/SMK di Jabar Berbeda, Pengamat Sarankan Ridwan Kamil Adopsi Sistem Uang Kuliah Tunggal

Gubernur Ridwan Kamil memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas mutu layanan pendidikan di seluruh sekolah jenjang SMA/SMK di Jawa Barat.

Standar SMA/SMK di Jabar Berbeda, Pengamat Sarankan Ridwan Kamil Adopsi Sistem Uang Kuliah Tunggal
Gani Kurniawan
ILUSTRASI ---Gubernur Ridwan Kamil memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas mutu layanan pendidikan di seluruh sekolah jenjang SMA/SMK di Jawa Barat.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Pendidikan yang juga Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Cecep Darmawan menilai, rencana kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan menggratiskan SPP atau iuran bulanan bagi SMA/SMK mulai tahun depan, patut diapresiasi oleh semua pihak.

Sebab, Gubernur Ridwan Kamil memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas mutu layanan pendidikan di seluruh sekolah jenjang SMA/SMK di Jawa Barat.

Namun, menurutnya, patut menjadi pertanyaan, apakah secara mekanisme sistem pemberian besaran bantuan kepada masing-masing sekolah, akan dipukul rata atau memiliki justru keragaman yang disesuaikan dengan kategori dan wilayah dari sekolah tertentu.

Wacana SPP SMA dan SMK di Jabar Gratis Tahun Depan, MKKS Tasik Sebut Pemprov Jabar Harus Begini

Hal tersebut, mengingat besaran iuran antara sekolah di wilayah perkotaan dan di kabupaten memiliki standar besaran yang berbeda-beda.

"Maka hemat saya sebaiknya, penetapan besaran bantuan tersebut tidak dipukul rata, tapi lebih disesuaikan dengan kondisi daerah serta keunggulan prestasi dari kinerja sekolah yang bersangkutan.

Sehingga besaran bantuan dapat terukur dan sesuai dengan sasaran," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. Senin (25/11/2019).

Terlebih, dengan besaran bantuan yang bila dipukul secara merata, tidak akan mampu menutupi kebutuhan operasional dari sekolah-sekolah yang berada di wilayah perkotaan, salah satunya di Kota Bandung, yang memiliki rata-rata besaran SPP/iuran bulanan mencapai Rp. 300 ribuan.

"Maka dari itu dengan adanya kebijakan ini bila diterapkan secara merata, jangan sampai menurun prestasi atau kualitas dari sekolah yang telah unggul selama ini.

Oleh karena itu, hemat saya pemberian bantuan dapat disesuaikan dengan kinerja sekolah, apabila sekolah A tahun ini belum berprestasi dan tahun berikutnya berprestasi maka besaran bantuan yang diberikan bisa di tingkatkan, tapi sebaliknya, bila sekolah yang semula unggul kemudian menurun, dapat dipertimbangkan besaran bantuan yang diberikan," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved