Kamis, 16 April 2026

20 Lulusan SMK Ikuti Kelas Vokasi Ketenagalistrikan Cirebon Power Angkatan II

Kelas vokasi itu diprakarsai Cirebon Power dan Korea Midland Power (KOMIPO) untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki sertifikasi kompetensi

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah lulusan SMK yang mengikuti Kelas Vokasi Ketenagalistrikan Cirebon Power Angkatan II di Pusat Vokasi Cirebon Power, Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebanyak 20 lulusan SMK bakal mengikuti kelas vokasi ketenagalistrikan Cirebon Power Angkatan II.

Kelas vokasi itu diprakarsai Cirebon Power dan Korea Midland Power (KOMIPO) untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang industri ketenagalistrikan.

Head of Vocational Training Cirebon Power, Algan Naharo, mengatakan, mereka akan mengikuti kelas vokasi itu selama enam bulan ke depan.

Bank Indonesia Cirebon Raup Rp 1,2 Miliar Uang Lusuh, Lewat Grak Saur Sepuh di Pasar Baru Kuningan

Bupati Cirebon Minta Perusahaan yang Melakukan Program CSR Jangan Bergerak Sendiri

Seluruh siswa kelas vokasi itupun akan diberikan berbagai materi dalam kelas vokasi ketenagalistrikan tersebut.

Dari milai in house training, role play game, rotational on the job training, dedicated position on the job training, dan lainnya.

"Nanti para lulusan vokasi sudah dibekali skill yang mumpuni, peluang mereka lebih besar untuk terserap di project PLTU," kata Algan Naharo saat ditemui usai pembukaan kelas vokasi ketenagalistrikan di Pusat Vokasi Cirebon Power, Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (21/11/2019).

Ia mengatakan, tidak hanya melibatkan tenaga pengajar dari ahli dan profesional dalam negeri, pelatihan juga melibatkan instruktur yang didatangkan dari Korea Selatan.

Selain itu, para peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat kompetensi saat lulus, sama seperti kelas vokasi angkatan pertama.

Menurut dia, para peserta vokasi kali ini direkrut oleh Komite Rekruitmen Tenaga Kerja Astanajapura, Pangenan dan Mundu (ASPAM).

Karenanya, mereka merupakan perwakilan terbaik dari sembilan desa sekitar lokasi pembangkit Cirebon Power.

Terutama agar potensi terbaik warga sekitar pembangkit dapat diprioritaskan untuk mendapat peluang kerja di pembangkit Cirebon Power.

"Siswa kelas vokasi angkatan kedua ini dinyatakan memenuhi persyaratan, yakni berusia 18 - 24 tahun, dan syarat akademik rata-rata nilai minimal 7," ujar Algan Naharo.

Algan juga memastikan kompetensi lulusan vokasi ketenagalistrikan sudah terbukti.

Dari 20 lulusan kelas vokasi angkatan pertama, enam di antaranya sudah bekerja di PT Cirebon Power Services (CPS), anak perusahaan pengelola operasional dan pemeliharaan (O&M) PLTU 1 Cirebon.

Sementara sebagian lulusan lainnya juga yang terserap di berbagai industri ketenagalistrikan.

"Kami yakin, mereka bisa terserap industri dan project, karena mereka memiliki keahlian yang spesifik dan langka, dan juga memiliki sikap mental siap kerja" kata Algan Naharo.


Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved