129 Juta Serangan Siber Serbu Indonesia Selama 2019, Ini Pemicunya
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sebanyak 129 juta serangan siber ke Indonesia sepanjang tahun 2019.
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sebanyak 129 juta serangan siber ke Indonesia sepanjang tahun 2019.
Serangan siber itu didominasi oleh malicious ware atau malware.
Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital BSSN, Brigjen TNI Bondan Widiawan, mengatakan hal itu terjadi karena kebanyakan masyarakat penggunaan OS bajakan.
"Pemicunya bisa dari operating system (OS) bajakan, tidak update OS, khususnya bagi pengguna Microsoft," ujar Bondan Widiawan saat ditemui di Pusdikhub TNI AD, Cimahi, Selasa (19/11/2019).
Bondan mengatakan, serangan siber itu bisa berasal dari dalam negeri, namun tak menutup kemungkinan jika serangan berasal dari luar negeri yang seolah-olah dikendalikan berasal dari dalam negeri.
"Untuk negara yang melakukannya tidak bisa saya sebutkan ya, karena itu sensitif. Itu bisa terjadi setelah kita dalami teknik poisoning, RV dan DNS," katanya.
• Sepanjang 2018, 40 Persen Serangan Siber masuk Indonesia dari Malware, BSSN Lakukan Ini
• Segera Hapus! 22 Aplikasi Android Ini Terjangkit Malware, Bisa Menyedot Baterai dan Kuota Internet
Menurutnya, jika serangan itu tak segera ditangani, bisa menjadi botnet dan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar.
"Worm yang masuk itu ukurannya 500 kb tapi bisa menargetkan tempat pengolahan uranium yang bisa memicu ledakan," kata Bondan.
Ia pun mencontohkan kejadian yang pernah terjadi pada perusahaan listrik di Estonia dan menyebabkan padam total pada 2007.
"PLN di sana mirip di Indonesia sistemnya," katanya.
Bondan menambahkan pihaknya terus mengembangkan sistem siber untuk menghadapi serangan siber yang makin canggih tiap tahunnya.
"Kita punya Global Cyber Security Indicator (GSCI) ranking 4 di Asia dan 41 di dunia. Semua kekurangan akan terus kita perbaiki," katanya.
Di acara tersebut, Dirhub AD, Brigjen TNI Widjang Pranjoto mengatakan kegiatan ini pihaknya ingin memperkenalkan terkait siber yang dituju kepada semua kalangan.
"Sejauh mana sisi pemerintahan, pelaku bisnis dan praktisi dibidang siber, berkontribusi kepada adek-adek sehingga bermanfaat bagi generasi muda dan mereka bisa memahami terkait siber ini dengan framework yang sama," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/brigjen-tni-bondan-widiawan.jpg)