Minggu, 26 April 2026

Dewi Basmala Gatot jadi Dirut RS Al Ihsan, Harus Selesaikan Status Karyawan Rumah Sakit

Penjabat Sekda Provinsi Jawa Barat Daud Ahmad melantik Dewi Basmala Gatot menjadi Direktur Utama RSUD Al Ihsan,

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Dewi Basmala Gatot resmi dilantik jadi Dirut RS Al Ihsan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penjabat Sekda Provinsi Jawa Barat Daud Ahmad melantik Dewi Basmala Gatot menjadi Direktur Utama RSUD Al Ihsan, di Ruang Papandayan Gedung Sate, Senin (18/11).

Masalah status para pegawai rumah sakit yang terletak di Baleendah, Kabupaten Bandung, ini adalah salah satu hal yang akan segera diselesaikan oleh direktur barunya tersebut.

Daud Ahmad mengatakan Rumah Sakit Al Ihsan harus bisa segera tumbuh menjadi rumah sakit berstandar internasional karena tidak bisa mengelak dari gerbang pasar bebas Asean yang telah dibuka.

Rumah sakit mana pun di Asean, dapat menerima pasien dari mana pun atau mempekerjakan tenaga kesehatan dari negara lainnya di Asean.

Hal ini, katanya, baru bisa dimanfaatkan juga ada penguatan kualitas sumber daya manusia di rumah sakitnya. Karenanya, permasalahan mengenai status tenaga kesehatan yang sempat mengemuka melalui aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu itu harus segera diselesaikan.

Manjakan Pelanggan, PT Toyota Astra Motor Gelar Festival Avanza Veloz Sebangsa di TSM Bandung

"RSUD Al Ihsan Jawa Barat memiliki visi menjadi RSUD terdepan dan rujukan utama di Jawa Barat serta menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Oleh sebab itu, RSUD Al Ihsan Jawa Barat harus memiliki komitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan dari waktu ke waktu sehingga memuaskan masyarakat," kata Daud seusai pelantikan tersebut.

Terpilihnya Direktur RSUD Al Ihsan Jawa Barat yang baru ini, katanya, sudah melalui sebuah proses dan mekanisme seleksi yang terbuka dan kompetitif. Jadi hal tersebut bukan karena adanya suatu kepentingan, namun memang supaya bisa terpilih secara profesional.

"Dirut yang baru ini harus selalu memperhatikan tuntutan masyarakat serta mampu memberikan layanan yang lebih profesional dan responsif, tepat waktu, dan tepat sasaran," katanya.

KRONOLOGI Detik-detik Anggota DPD RI Kecelakaan di Tol Cipularang, Hendak Menyusul Lewat Bahu Jalan

Hal yang harus diperhatikan serius, katanya, adalah masalah keuangan dan kepegawaian RSUD Al Ihsan yang sempat mencuat ke permukaan. Juga mengenai pengelolaan sarana serta prasarana yang harus lebih baik lagi.

"Dirut RSUD Al Ihsan yang baru ini harus bisa segera bekerja menyelesaikan pekerjaan yang begitu banyak, supaya pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Dengan adanya direktur utama, saya kira hal-hal yang kemarin terhalang oleh kewenangan plt, sekarang ada definitif," katanya.

RSUD Al Ihsan, katanya, sudah memiliki sarana dan prasarana yang canggih, mulai daei alat sampai sarana lainnya. Dirut yang baru ini dituntut bisa memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut supaya bisa berstandar internasional.

Direktur Utama RSUD Al Ihsan, Dewi Basmala Gatot, mengatakan akan memetakan semua permasalahan sekaligus potensi di RSUD Al Ihsan dalam seminggu ke depan. Setelahnya, barulah ia akan melakukan berbagai penyelesaian masalah melalui terobosan-terobosan.

"Saya akan mulai bagaimana membenahi, melakukan akselerasi melalui kegiatan-kegiatan sehingga menjadi Jabar Juara. Apa yang harus dilakukan, harus mapping dulu, mungkin dalam waktu satu minggu baru kita lakukan," katanya.

Masalah SDM atau para pegawai yang beberapa waktu lalu berunjuk rasa meminta kejelasan status kerja dan perbaikan kesejahteraan, katanya, akan menjadi prioritas utamanya untuk segera diselesaikan sesuai peraturan yang berlaku.

Begini Sejarah Kayu Mati Buyut Perbatang di Situs Pangeran Mancur Jaya Desa Kertawinangun Cirebon

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved