Kamis, 9 April 2026

Belum Punya Nama, Penamaan untuk SOR Watubelah‎ Harus Libatkan Budayawan Cirebon

‎Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, ‎belum menemukan nama untuk sarana olahraga (SOR) atau stadion

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Ichsan
tribunjabar/hakim baihaqi
Proyek SOR Watubelah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - ‎Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, ‎belum menemukan nama untuk sarana olahraga (SOR) atau stadion yang saat ini tengah dibangun di Jalan Fatahillah, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

‎Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Raden Chaidir Susilaningrat, mengatakan, pemberian nama SOR, harus melibatkan budayawan atau penggiat budaya Cirebon.

"Harus nama yang representatif. Stadion itu tetap harus diberi nama," kata Chaidir di Kantor Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Senin (18/11/2019).

Selain itu, kata Chaidir, nama stadion nantinya pun, disarankan memiliki arti yang sesuai dengan semangat pembangunan SOR di Watubelah tersebut.

Isu Dukun Santet Bawa Korban, Mursam Ditemukan Tewas Mengenaskan di Jalan Desa, Gara-gara Kasus Lama

Nantinya, SOR tersebut akan menjadi kebanggaan untuk warga Kabupaten Cire‎bon dan memajukan cabang olahraga, terutama sepakbola.

"Perlu dirembukan, supaya tidak asal memberikan nama namun tak ada makna," katanya.

Pembangunan SOR Watubelah di Jalan Fatahillah, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 228,4 miliar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, pembangunan stadion tersebut dicanangkan pada 2011, kemudian pertama dibangun pada 2012, dengan anggaran sebanyak Rp 19 miliar, namun terhenti pada 2013.

Pada 2014,‎ pelaksanaan tahap kedua kembali dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 33 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat, pembangunan tersebut yakni pengerjaan struktur tribun stadion.

100 Pengendara Mobil Avanza dan Veloz Antusias Ikuti Fun Trip Kelilingi 2 Landmark di Kota Bandung

Kemudian pada 2015‎, pembangunan sarana olahraga tersebut kembali dilanjutkan dengan pengerjaan Tribun bagian utara, selatan, barat, dan timur serta pembangunan lapangan, sebanyak Rp 20 milyar.

Di 2016, Provinsi Jawa Barat kembali menggelontorkan dana sebesar Rp 30 miliar dan Rp 50 miliar pada 2017, namun pada 2017 hingga 2019 pertengahan terhenti karena bersamaan dengan penyelenggaraan pilkada.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon, Sukma Nugraha, mengatakan, pada 2019, pembangunan stadion kembali dilanjutkan, dengan anggaran sebesar Rp 50 miliar dari APBD Provinsi dan Rp 30 miliar dari APBD kabupaten.

Pada 2019, kata Sukma, ada beberapa pengerjaan, yakni pengerjaan struktur, kolom bulat, tribun, pekerjaan lantai, plafon, saniter,pekerjaan kaca stop, pekerjaan menikal, dan elektrikal.

"Kami keterbatasan anggaran, 2020 tidak akan dilanjutkan kalau tidak ada anggaran," kata Sukma.

Bentrokan Dua Ormas di Bekasi Ternyata Bermula dari Joget Bareng, Begini Kronologinya

Pantauan Tribun Jabar di lokasi, puluhan pekerja tengah berupaya merampungkan sejumlah bagian stadion, alat berat pun terlihat hilir mudik di pelataran sarana olahraga tersebut.

Untuk pembangunan lanjutan 2019 ini, dilakukan oleh perusahaan, yakni PT Azabanar dengan nilai sebesar Rp44.675.403.000 dan PT Arafah Alam Sejahtera, Rp 32.776.677.000.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved