Sabtu, 6 Juni 2026

2 Buron Terduga Teroris Serahkan Diri ke Kantor Polisi, Diduga Terlibat Kasus Bom Medan

Dua buron terduga teroris di Medan dilaporkan menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Pera, Deli Serdang, pada Minggu (17/11/2019).

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
KOMPAS.COM/DEWANTORO
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, hingga kini sudah 23 tersangka diamankan tim gabungan dari Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan dibantu tim Densus 88 Mabes Polri. Dua orang di antaranya menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak pada Minggu (17/11/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, MEDAN - Dua buron terduga teroris di Medan dilaporkan menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Pera, Deli Serdang, pada Minggu (17/11/2019).

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, juga mengatakan bahwa pada hari yang sama kepolisian menangkap tiga terduga teroris lainnya.

Sehingga, total terduga teroris yang sudah ditahan berjumlah 23 orang.

Semua terduga teroris yang diamankan ini ditahan di Rutan Polda Sumut.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumut saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, di Jalan Wahid Hasyim Medan, pada Senin (18/11/2019) pagi.

18 Orang Jadi Tersangka Kasus Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

"Sampai saat ini sudah 23 tersangka yang diamankan. Kemarin 18, sekarang tambah 5," katanya.

Menurut dia, penangkapan para terduga teroris tersebut merupakan pengembangan kasus dari ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang dilakukan tersangka Rabbial MN pada Rabu (13/11/2019).

Pengungkapan kasus ini merupakan operasi gabungan Polda Sumut, Polrestabes Medan, polres Belawan dan Densus 88 Polri.

Baku Tembak Densus 88 vs Teroris di Medan, Dua Teroris Disikat Mati, Anggota Densus Luka Tertembak

Polisi temukan senjata rakitan

Menurut Kapolda Sumut, dari lima orang tambahan itu, dia enggan menyebutkan inisial mereka karena nantinya akan diekspos oleh Mabes Polri.

"Mungkin tempatnya bisa di sini atau di Jakarta," ujarnya.

Agus menambakan, dari lima tersangka itu, saat penggeledahan di tempat tinggal mereka, pihaknya menyita senjata rakitan, panah beracun, senjata tajam (sangkur) dan juga senapan angin.

Dikatakannya, dari hasil pengembangan, siapapun yang masih di dalam jaringan kelompol ini, pihaknya masih akan melakukan upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Agus mengungkapkan, ancaman radikalisasi ini semakin besar. Apalagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini sangat luar biasa. Hal ini, lanjut Agus, ini menjadi PR bersama.

Sehingga jika ada kelompok yang ekslusif dan tidak mau berinteraksi dengan masyarakat, anti kepada pemerintah, sering menyebarkan berita-berita yang belum jelas, dia mengajak masyarakat melaporkannya ke aparat setempat.

"Tolong sampaikan ke aparat TNI - Polri, Bhabinsa, Babin Kamtimbas, sehingga bisa diantisipasi mereka kita awasi pergerakannya," katanya. (Kompas.com/Dewantoro)

Ada ASN yang Terindikasi Masuk Jaringan Teroris di Medan, Begini Kata BNPT

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved