Antisipasi Pohon Tumbang di Objek Wisata KBB, Perhutani Tebang 70 Pohon yang Sudah Lapuk

Beberapa di antaranya adalah Pall 16, Grafika, dan Orchid Forest, yang mayoritas hutan lindung dengan tutupan lahan pohon pinus.

Isep Heri/Tribun Jabar
Grafika Cikole di Lembang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Mengantisipasi banyaknya pohon tumbang saat musim hujan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara telah menebang sebanyak 70 pohon yang kondisinya sudah tua atau lapuk dan rawan tumbang.

Petugas menebang pohon tua di objek wisata milik Perhutani yang berada di Kecamatan Lembang.

Beberapa di antaranya adalah Pall 16, Grafika, dan Orchid Forest, yang mayoritas hutan lindung dengan tutupan lahan pohon pinus.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, mengatakan bahwa sebelum menebang, pihaknya sudah mengidentifikasi pohon yang sudah tua dengan melibatkan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika).

"Hasilnya ada 70 pohon yang rawan tumbang karena sudah tua atau lapuk dan kondisinya sudah miring. Jadi kita robohkan demi keselamatan masyarakat dan pengunjung," ujar Komarudin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (17/11/2019).

VIDEO Mau Ngopi Dengan Sensasi Berbeda ? Coba Saja Kunjungi Waja Kopi di Kuningan

Pohon yang dirobohkan tersebut, lanjutnya, kebanyakan pohon pinus yang jaraknya berdekatan dengan rumah-rumah warga, jalan raya, dan jalan setapak yang sering dilalui masyarakat untuk berkatifitas setiap hari.

"Itu (penebangan pohon) sudah berdasarkan hasil rekomendasi dari semua pihak untuk menciptakan kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar," katanya.

Komarudin juga memastikan penebangan pohon yang sudah tua di objek wisata hutan lindung tersebut tidak melanggar undang-undang, karena sifatnya darurat dan sudah ada surat edaran dari pihak pimpinan Perhutani.

"Betul itu hutan lindung, tapi ada undang-undang darurat bencana dan ada surat dari pimpinan kami untuk menebang pohon yang sudah tua atau lapuk yang usianya sudah hampir 50 tahunan," ucapnya.

Kata Polisi Soal Motor Roda Tiga Jatuh ke Tebing Setinggi 3 Meter yang Tewaskan Pengendaranya

Selain itu, pihaknya juga sudah menanam lebih banyak bibit pohon untuk mengganti pohon tua yang sudah ditebang, agar jumlah pohon di tempat wisata milik Perhutani itu tidak berkurang dan tidak menyebabkan kekosongan lahan.

"Dari satu pohon yang ditebang, kami tanam lagi pohon dengan jumlah dua hingga lima bibit, jadi jumlah penggantiannya lebih banyak," kata Komarudin.

Sementara untuk 70 pohon yang sudah ditebang hanya disimpan di lokasi, karena berdasarkan aturan, pohon yang ditebang dari hutan lindung dilarang untuk dimanfaatkan untuk apapun.

6 Preman di Cipanas Cianjur Dirungkus Jajaran Polsek Pacet

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved