Penyandang Disabilitas di Jawa Barat Dapat 48 Formasi pada Seleksi CPNS 2019

Di Jawa Barat pada CPNS 2019, sebanyak 48 formasi disediakan untuk penyandang disabilitas.

Penyandang Disabilitas di Jawa Barat Dapat 48 Formasi pada Seleksi CPNS 2019
SERAMBINEWS.COM/Putri
Ilustrasi lowongan CPNS 2019 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dalam Seleksi Calon Pegawai Sipil Negara alias CPNS 2019, penyandang disabilitas mendapat porsi 2 persen dari total kuota penerimaan.

Di Jawa Barat pada CPNS 2019, sebanyak 48 formasi disediakan untuk penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi pada Badan Kepegawaian Daerah Jabar, Tulus Arifin, mengatakan formasi yang bisa ditempati oleh penyandang disabilitas di antaranya ada di Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Manusia, dan Desa, dan Dinas Bina Marga.

"Formasi untuk penyandang disabilitas kan aturannya minimal 2 persen. Ada fasilitas yang akan kita berikan bagi penyandang disabilitas yang melamar ke formasi tersebut. Tapi, penyandang disabilitas yang melamar formasi umum tidak dapat fasilitas khusus," kata Tulus Arifin di acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jumat (15/11/2019).

Saat ini sudah terdapat 4.535 orang yang mendaftar untuk mengisi posisi di Pemerintah Provinsi Jabar. Jumlah pendaftar secara keseluruhan, yakni kabupaten dan kota, di Jabar telah mencapai 48.000 orang.

Hari Kelima CPNS 2019 di Indramayu, Sudah 2.313 Peserta Mengisi Formulir dan 727 Submit

Nilai TOEFL Jadi Syarat CPNS 2019 utnuk 7 Instansi, Ini Minimal Nilai TOEFL untuk Tiap Instansi

"Jangan lupa siapkan empat dokumen yaitu SKCK, ijazah, transkrip nilai, dan KTP. Kalau data itu sudah dikirim atau submit tidak bisa diubah lagi," ujarnya.

Tulus mengatakan selain pas foto, peserta juga harus mengirimkan foto selfie agar membuktikan kebenaran pendaftar dan menjadi foto peserta yang terbaru. Pas foto, katanya, dikhawatirkan merupakan foto yang dicetak beberapa tahun lalu.

Hal lain yang disinggung adalah mengenai masa sanggah. Peserta yang ingin protes terhadap hasil seleksi diperkenankan untuk mengajukan masa sanggah.

"Proses seleksi ini untuk transparansi sehingga kita ikutsertakan pengiriman foto selfie dan ada masa sanggah. Masa sanggah itu dapat diajukan oleh pelamar. Ketika masa sanggah diterima oleh panitia, hasilnya akan diumumkan paling lambat selama 7 hari. Ini kita fasilitasi bagi pelamar yang merasa tidak puas atau ditolak," tuturnya.

Pelamar akan dihadapkan pada tiga tes utama yakni Tes Wawasan Kebangsaan dengan nilai minimum 65, Tes Intelijensi Umum dengan nilai minimum 80, dan Tes Karakteristik Pribadi dengan nilai minimum 126.

Menanggapi modus penipuan, pihaknya menilai masih banyak masyarakat yang tergiur jalur instan. Tulus menegaskan bahwa pemerintah tidak memungut pembiayaan apapun atas tes ini. 

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved