150 Mahasiswa Telkom University Kembali Ikuti KNN Tematik Citarum Harum

Telkom University (Tel-U) kembali melepas 150 mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik

dok.tribun
Telkom University 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BOJONGSOANG - Telkom University (Tel-U) kembali melepas 150 mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa yang difokuskan di Sektor 6 Citarum Harum, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (13/11/2019).

Rektor Telkom University, Adiwijaya mengatakan, KKN Tematik tersebut merupakan bentuk komitmen Tel-U dalam mendukung program Citarum Harum yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat.

"Ini merupakan KKN Tematik Citarum Harum ketiga. Salah satu bentuk link and match pendidikan yang ada di kami, jadi tidak hanya belajar di Kampus, tapi berbaur dengan masyarakat dan memahami problem-problem yang ada di lingkungan," tuturnya seusai kegiatan.

Sehingga nantinya, kata Adiwijaya, para mahasiswa yang terlibat dalam KKN Tematik ini bisa langsung mengimplementasikan pengetahuan mereka dan bermanfaat untuk masyarakat di sekitar Sungai Citarum.

"Kami ingin menciptakan Citarum ini bukan sebagai halaman belakang, tapi halaman depan, jadi tempat bermain. Makanya dari mulai KKN Tematik yang pertama kami buat mural, sehingga masyarakat merasa nyaman berada di sekitar sungai, lalu penanaman pohon," katanya.

Perubahan Jadwal Kereta Api di Stasiun Tasikmalaya Mulai 1 Desember 2019, Catat Nih Jadwal Barunya

Selain itu juga, lanjut dia, bagaimana mahasiswa ini bisa membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga Sungai Citarum. Kemudian mengenal lebih jauh terkait potensi-potensi yang ada di Citarum, termasuk implementasi Internet of Things (IOT) untuk mendeteksi polusi yang ada di sekitr Sungai Citarum.

"Ada juga Tel-U mengajar, dalam arti mengajar disini bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat dan memelihara lingkungan. Sehingga bersama masyarakat bisa langsung terasa," katanya.

Ia menambahkan, pada KKN Tematik ini Tel-U juga melakukan penanaman 500 pohon jenis mangga, nangka, pucuk merah. Serta menggelar berbagai lomba dan kelas alam atau kelas mengajar dan penyerahan bantuan perpustakaan.

"Salah satunya deteksi polutan, ada yang menggunakan drone, ada robot air juga. Itu memang salah satu yang kami buat dalam rangka untuk diiimplementasikan dalam program Citarum Harum. Karena kami sadar betul, siapa lagi yang peduli kalau bukan bangsa sendiri," terangnya.

Pendaftaran CPNS, Pembuatan SKCK di Mapolres Cimahi Meningkat Dua Kali Lipat

Sementara itu Komandan Sektor 6 Citarum Harum, Kolonel Arh Dodo Irmanto, mengatakan meski sudah berjalan berbagai program, pihaknya mengakui hasilnya belum maksimal.

"Mungkin baru 80 persen. Tentunya kami akan berupaya terus, kerja sama dengan para stakeholder termasuk perguruan tinggi. Termasuk banyak rekan-rekan LSM asing juga yang membantu program Citarum Harum," ungkap Dodo.

Dengan keterlibatan banyak pihak ini, menurut Dodo, bukan tidak mungkin pemerontah dapat menyelesaikam permasalahan di Sungai Citarum bisa tercapai sesuai dengan target yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni tujuh tahun.

Sedang Hamil 14 Minggu, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan

"Sampai saat ini yang masih bertahap itu edukasi kepada masyarakat. Karena sampai saat ini, bisa dilihat walaupun Citarum sudah bersih, tapi saat hujan masih ada sedikit-sedikit sampah yang melintas. Dalam program ini kami terus lakukan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, bersama dengan para stakeholder, perguruan tinggi, dan juga LSM asing yang terlibat ini, pihaknya terus berdiskusi untuk membuat suatu edukasi yang paling tepat agar bisa mencegah sampah tidak masuk ke sungai.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved