Peserta BPJS Kesehatan Ramai-ramai Turun Kelas setelah Iuran Naik 100 Persen

Ia memutuskan untuk turun kelas karena khawatir tidak mampu membayar iuran BPJS kesehatan yang akan naik pada 2020 mendatang.

Peserta BPJS Kesehatan Ramai-ramai Turun Kelas setelah Iuran Naik 100 Persen
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Petugas BPJS Kesehatan Cabang Cimahi Menunjukkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan, Senin (4/6/2018). 

TRIBUNJABAR.ID - Peserta BPJS kesehatan ramai-ramai mengajukan turun kelas karena khawatir tidak mampu membayar iuran BPJS kesehatan yang akan naik pada awal 2020 mendatang.

Satu di antaranya adalah Akira Absara yang mendatangi kantor peserta BPJS kesehatan di Majalengka, Jawa Barat pada Minggu (10/11/2019).

Ia memutuskan untuk turun kelas karena khawatir tidak mampu membayar iuran BPJS kesehatan yang akan naik pada 2020 mendatang.

Akira Absara mengajukan turun kelas BPJS kesehatan dari kelas 2 menjadi kelas 3.

Warga ramai-ramai turun kelas
Peserta BPJS Kesehatan ramai-ramai mendatangai kantor peserta BPJS untuk mengajukan penurunan kelas

"Kita selaku warga ya cukup keberatan gitu ya, dengan adanya kenaikan 100 persen ini, ya mungkin yang lain juga banyak yang turun kelas seperti saya, gitu," ujar Akira dalam tayangan yang diunggah YouTube KompasTv, Minggu (10/11/2019). 

"Dari kelas 2 mau ke kelas 3 sekarang," tambah Akira.

Sebelumnya dilansir dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (5/11/2019), warga Medan juga ramai-ramai mendatangai kantor peserta BPJS kesehatan untuk mengajukan turun kelas.

Sebagian besar turun dari kelas 1 dan 2 ke kelas 3.

Warga menyatakan dengan kenaikan iuran yang mencapai 100 persen mereka tidak akan mampu untuk membayarnya.

Selain itu, dilansir dari kanal YouTube KompasTv, Senin (4/11/2019), warga di Pontianak juga ramai-ramai mendatangai kantor peserta BPJS kesehatan untuk turun kelas.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved