Minggu, 10 Mei 2026

Harga Jahe dan Kunyit Melonjak di Pasaran, Naik Hingga 150 Persen dari Harga Normal

- Harga jahe di Pasar Baru Indramayu melonjak hingga 150 persen dari harga normal.

Tayang:
Editor: Ichsan
tribunjabar/Handhika Rahman
Toni (45), pedagang sayur saat menjajakan barang dagangannya di Pasar Baru Indramayu, Senin (11/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Harga jahe di Pasar Baru Indramayu melonjak hingga 150 persen dari harga normal.

Salah seorang pedagang, Toni (45) mengatakan, harga itu terus naik secara bertahap sepanjang musim kemarau.

"Padahal sebelumnya juga sudah naik menjadi Rp 40 ribu, tapi baru-baru ini sekitar satu mingguan naik lagi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di lapak jualannya di Pasar Baru Indramayu, Senin (11/11/2019).

Sekarang, harga jahe bahkan sudah menyentuh angka Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram dari harga normal yang hanya Rp 20 ribu per kilogram.

Dengan rincian, harga jahe lokal, yakni Rp 50 ribu per kilogram dan Rp 60 ribu per kilogram untuk jahe merah.

Ia menyebut, naiknya harga jahe dikarenakan hasil panen para petani yang tidak stabil.

BREAKING NEWS, Berkas 2 Tersangka Video Vina Garut Dilimpahkan ke Jaksa, Vina Pakai Kerudung Hitam

Para petani itu mengalami gagal panen akibat musim kemarau berkepanjangan. Sebagian dari mereka juga ada yang menyimpan hasil panennya itu untuk dipergunakan pribadi.

Selain jahe, harga kencur juga diketahui mengalami kenaikan serupa, yakni dari harga normal Rp 20 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogramnya.

Toni menyampaikan, naiknya harga jahe dan kencur ini sangat mempengaruhi barang dagangannya.

Padahal, jika harga normal ia mampu menjual hingga 20 kilogram untuk jahe maupun kencur dalam seharinya, namun saat ini terjual 5 kilogram saja sulit.

Tidak jarang pula Toni menerima protes dari para pembeli terkait naiknya harga rempah-rempah tersebut.

"Ya pada protes, kaya pedagang angkringan, mereka kan butuh jahe buat jualannya, terus nawar tapi nawarnya tidak kira-kira sayanya tidak sanggup," ucap dia.

Toni mengaku, sekarang ini dirinya tidak berani menyetok jahe maupun kencir dalam jumlah banyak.

Ridwan Kamil Minta Perdagangan Internasional Disertai Dialog yang Baik Agar Tidak Salah Sangka

Dirinya khawatir, barang dagangannya tidak akan laku terjual jika harga tidak segera kembali normal.

"Paling cuma nyetok 5 kilogram paling banyaknya, kalau biasanya saya nyetok sampai 60 kilogram," ucap dia.

Meski demikian, untuk harga rempah-rempah lainnya, seperti lengkuas dan kunyit masih terpantau normal.

Harga kunyit per kilogramnya hanya Rp 10 ribu dan harga lengkuas Rp 10 ribu per kilogramnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved