Tiga Zona Merah PKL di KBB Harus Dilakukan Pengawasan Ketat, Ini Penyebabnya

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat ada tiga zona merah

tribunjabar/Handhika Rahman
ilustrasi penertiban PKL 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat ada tiga zona merah pedagang kaki lima (PKL) di KBB yang harus dilakukan pengawasan ketat dengan cara melakukan patroli secara rutin.

Pasalnya, hingga saat ini para PKL tersebut masih banyak yang tetap berjualan di zona merah seperti di wilayah Kecamatan Cihampelas, Padalarang dan Lembang. Dari tiga lokasi tersebut zona merahnya trotoar jalan yang dekat dengan pasar tradisional.

Kepala Satpol PP KBB, Rini Sartika mengatakan, PKL yang berjualan di trotoar jalan memang sudah seharusnya ditertibkan karena melanggar peraturan daerah (Perda), mengganggu pengguna jalan dan menyebabkan kemacetan.

"Di sana (zona merah) PKL kita melakukan pengawasan dan penertiban untuk antisipasi agar PKL tidak berjualan di badan jalan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (10/11/2019).

570 Karateka Bertarung di Kejurnas, Penegasan PB Lemkari Telah Diakui dan Kembali Eksis

Untuk memberikan efek jera terhadap para PKL saat melakukan penertiban, Satpol PP KBB langsung menyita barang dagangannya dan memberikan pembinaan agar mereka tidak melakukan pelanggaran yang sama.

"Itu untuk mencegah agar para PKL tidak kembali berjualan di zona merah, tapi hingga saat ini masih ada PKL yang kucing-kucingan berjualan di zona merah," kata Rini.

Untuk itu, ketika ada PKL yang sudah pernah ditertibkan tetapi kembali lagi ke zona merah, PKL tersebut harus mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dan membayar denda mulai dari Rp 100 ribu.

"Dendanya sesuai perda dan pelanggaran, tapi biasanya untuk denda bagi PKL yang mengikuti sidang tipiring yang menentukan dendanya hakim," ucapnya.

Tahapan Pendaftaran Online CPNS 2019, Resmi Dibuka Besok, Selesai Buat Akun Ini yang Harus Dilakukan

Selama ini, pihaknya mengaku rutin melakukan patroli dan penertiban agar zona merah PKL tersebut benar-benar bersih dari PKL bandel yang kerap berjualan meskipun sudah pernah ditertibkan dan mengikuti sidang tipiring.

"Kalau patroli dan penertiban memang rutin, tetapi kalau masih ada yang berjualan di zona merah, itu hanya PKL bandel, makanya harus ada pengawasan ketat," ujar Rini.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved