Pria di Jember Dibunuh dan Dicor di Bawah Musala oleh Anak, Sang Istri Ungkap Masalah Rumah Tangga
Pembunuhan seorang pria di Jember bernama Surono (51) berawal dari masalah ekonomi dan asmara.
Dia tidak menganggap dirinya sebagai istri.
Hal itu ditambah dengan kecilnya hasil kebun kopi yang diberikan kepada Busani.
Sampai akhirnya, sekitar bulan Maret lalu, atau beberapa pekan sebelum Surono tewas, Busani 'curhat' kepada anaknya, Bahar.
Curhat itu antara lain perihal ketidaksukaan Surono kepada istri Bahar.
"Saya bilang kalau bapaknya tidak suka sama menantu, atau istrinya Bahar," tuturnya.
Selain cerita itu, Busani juga menuturkan kalau dirinya dipukul oleh sang suami.
Pemukulan dilakukan memakai sandal di bagian lengan atas kanan.
"Saya cerita kalau saya habis dipukul sampai lebam. Dipukul pakai sandal. Mendengar cerita saya, Bahar langsung bilang 'lek ngono, tak pateni ae (kalau begitu aku bunuh saja)'," kata Busani sambil menirukan ucapan anaknya ketika itu.
Mendengar perkataan anaknya, Busani pun tidak melarangnya.
Dia malah bilang 'terserah' dan 'ikhlas'.
"Saya bilang, 'saya ikhlas' dan 'terserah kamu'," tuturnya.
Menurutnya, keinginan membunuh Surono berasal dari Bahar.
Namun dia mengakui tidak melarangnya.
Akhirnya pada suatu malam di akhir Maret 2019, Bahar menelepon dirinya.
Dia menuturkan sedang dalam perjalanan dari Bali untuk pulang ke rumahnya.