Pelaku Skimming Rp 7 Triliun Buronan Pemerintah AS Kabur dari Rumah Detensi Imigrasi Bali

Pelaku skimming Rp 7 triliun yang menjadi buronan Pemerintah Amerika Serikat, Rabie Ayad Abderahman (30), kabur dari rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai

Pelaku Skimming Rp 7 Triliun Buronan Pemerintah AS Kabur dari Rumah Detensi Imigrasi Bali
tribunnews
Ilustrasi tahanan kabur

TRIBUNJABAR.ID, DENPASAR - Pelaku skimming Rp 7 triliun yang menjadi buronan Pemerintah Amerika Serikat, Rabie Ayad Abderahman (30), kabur dari rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai, Bali.

Rabie memanfaatkan kesempatan untuk kabur ketika ia hendak dibawa Kejaksaan Tinggi ke Lapas Kerobokan, Badung, Bali.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Didik Farkhan membenarkan kabar tersebut.

"Ketika mau ngambil tahanan ternyata kabur," kata Didik, saat dihubungi, Jumat (8/11/2019).

Lanjutkan Studi di Tunisia, Penerima Beasiswa Ini Dapat Donasi dari Guru dan Staf Disdik Purwakarta

Didik mengatakan, mulanya Rabie ditangkap pada 19 April 2018 di sebuah hotel oleh Polda Bali.

Penangkapan dilakukan setelah adanya red notice dari Interpol tentang Rabie. Setelah itu, Rabie ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan.

Kemudian, dilakukan persidangan ekstradisi di Pengadilan Negeri Denpasar. Hal itu dilakukan karena permintaan ekstradisi dari pemerintah Amerika Serikat.

Namun, pada Rabu (23/10/2019), majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menolak ekstradisi Rabie.

Penolakan itu karena nama Rabie berbeda dengan nama yang ada di paspor.

Berkat Bantuan Satpam, Polisi Tangkap 4 WNA Terkait Kasus Skimming

"Hakim menolak dengan alasan beda nama, tapi sudah jelas buktinya, tatonya juga," kata Didik.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved