Jumat, 5 Juni 2026

Kisah Kak Mal, Penceramah yang Bisa Menirukan 80 Karakter Suara, Masa Kecilnya Getir Kini Kondang

Kisah Kak Mal, penceramah yang bisa menirukan 80 karakter suara. Masa kecilnya getir, kini kondang.

Tayang:
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Muhamad Abdul Latif atau Kak Mal dengan bonekanya Ahmad. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Penceramah multitalenta, Muhamad Abdul Latif (43) atau yang akrab disapa Kak Mal, terlatih menirukan 80 karakter suara.

Suara itu dari mulai suara ustaz kondang sampai dengan suara hewan peliharaan membuat pendengar dari mulai anak-anak sampai ibu-ibu tak beranjak dari tempat duduk.

Ditemui di Jalan Siliwangi saat akan memberi ceramah ke wilayah selatan Cianjur, Kak Mal mengisahkan perjalanan hidupnya hingga ia terkenal dengan sebuah ustaz pendongeng yang tak pernah lepas dari bonekanya yang bernama Ahmad.

"Awal saya mendongeng itu tak sengaja sejak duduk di bangku SMA, saat itu guru berhalangan hadir mengajar, lalu saya ke depan kelas dan mulai menirukan suara guru yang tak hadir, respons teman-teman sangat suka, banyak yang senang saya menirukan guru untuk belajar saat itu," kata Kak Mal, Jumat (8/11/2019).

Ia mulai berlatih mendongeng Abunawas sejak SMA, tapi hanya menguasai 4 karakter suara.

Sambil melatih suaranya, tahun 1995-1996 ia lulus sekolah dan sempat kerja di berbagai tempat seperti di toko besi dan bangunan sampai menjadi office boy.

Tahun 2002 menjadi awal ia terjun ke dunia dongeng. Saat itu teman bosnya tempat bekerja mau buka TK di Depok.

"Bos saya tahu saya bisa mendongeng, ia menyuruh saya menjadi pendongeng di acara pembukaan sekolah TK," kata Kak Mal.

Di tempat tersebut, Kak Mal sudah disiapkan empat boneka, ia bersyukur bisa memainkan dan anak-anak nyaman.

Lalu masih di tahun yang sama, sang bos mempercayakan perusahaan cabang di Riau untuk dipimpin Kak Mal karena keuletannya.

Sambil bekerja, ternyata bakat Kak Mal yang bisa menirukan berbagai karakter suara dilirik oleh sebuah stasiun radio.

"Di Riau jadi penyiar radio bahasa Sunda, banyak yang suka jadi nambah jam siar lalu nambah lagi cerita anak," katanya.

Dari situ Kak Mal suka dipanggil ke beberapa tempat, sudah mulai terbiasa dan saat itu penguasaannya jadi 10 karakter suara.

Stasiun televisi pun langsung meliriknya menjadi presenter televisi.

Tahun 2004 ia kembali ke Bogor dan dengan berat hati meninggalkan perusahaan untuk menggeluti bakatnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved