Ini Perkiraan Nilai Kontrak Shin Tae-yong Jika Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Lalu, berapa yang kira-kira harus dikeluarkan untuk mengontrak Shin Tae-yong untuk membesut Timnas Indonesia?
Jumlah yang sangat besar untuk dikeluarkan federasi, bahkan melebihi upah beberapa pelatih di negara sepak bola top.
Shin Tae-yong diperkirakan punya kisaran gaji di bawah itu.
• BREAKING NEWS: Simon McMenemey Dipecat dari Pelatih Timnas Indonesia, Ini Kandidat Penggantinya
Menurut data Statista yang dikutip BolaSport.com, faktanya memang demikian seperti pernah dialami Shin Tae-yong di Timnas Korea Selatan.
Di antara para arsitek negara kontestan Piala Dunia 2018, Shin Tae-yong ada di peringkat tujuh terbawah pelatih berpendapatan termurah.
Ia "hanya" dibayar 450 ribu euro per tahun atau kira-kira setara dengan 7 miliar rupiah.
Kalau dibagi satuannya, berarti Shin Tae-yong cuma mengantongi Rp 583 juta per bulan, lebih ekonomis ketimbang upah Luis Milla.
Bahkan Shin Tae-yong dikabarkan bersedia menerima potongan lagi kalau membesut Timnas Indonesia, yang levelnya jauh di bawah Korsel.
Peramu taktik berusia 49 tahun itu meninggalkan kendali kepelatihan di Timnas Korsel sejak 2018.
Berikut daftar perbandingan pendapatan Luis Milla dengan sejumlah pelatih Timnas kontestan Piala Dunia 2018
Joachim Loew (Jerman): 3,85 juta euro per tahun
Tite (Brasil): 3,5 juta euro
Didier Deschamps (Prancis): 3,5 juta euro
Julen Lopetegui (Spanyol): 3 juta euro
Stanislav Cherchesov (Rusia): 2,6 juta euro
Fernando Santos (Portugal): 2,25 juta euro
Carlos Queiroz (Iran): 2 juta euro
.......
Luis Milla (Indonesia): 1,5 juta euro*
.......
Shin Tae-yong (Korsel): 0,45 juta euro
Hernan Gomez (Panama): 0,4 juta euro
Oscar Ramirez (Kosta Rika): 0,35 juta euro
Nabil Maaloul (Tunisia): 0,35 juta euro
Mladen Krstajic (Serbia): 0,3 juta euro
Adam Nawalka (Polandia): 0,27 juta euro
Aliou Cisse (Senegal): 0,2 juta euro
Ket.: * = menggunakan konversi gaji kasar Rp 2 miliar per bulan x 12 = Rp 24 miliar per tahun; data 7 pelatih bergaji termahal dan 7 termurah di Piala Dunia 2018.