Iuran BPJS Naik, Tukang Sayur Ini Pilih Turun Kelas I ke Kelas III, ''Takut Gak Kebayar''

Pemerintah sudah menaikan iuran BPJS Kesehatan Mandiri di semua kelas dan hal ini pun dirasa memberatkan masyarakat.

Iuran BPJS Naik, Tukang Sayur Ini Pilih Turun Kelas I ke Kelas III, ''Takut Gak Kebayar''
tribunjabar/Handhika Rahman
Para peserta BPJS saat menunggu di ruang ruang di Kantor BPJS Cabang Kabupaten Indramayu, Selasa (5/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pemerintah sudah menaikan iuran BPJS Kesehatan Mandiri di semua kelas dan hal ini pun dirasa memberatkan masyarakat.

Salah satunya adalah Said (35) warga asal Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.

Ia datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Indramayu hendak mengurus penurunan kelas kepesertaan keluarganya.

"Mau ganti kelas, dari kelas I ke kelas III," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Kantor BPJS Cabang Indramayu, Selasa (5/11/2019).

Ia menilai, penyesuaian tarif BPJS Kesehatan yang mengalami kenaikan hampir dua kali lipat itu sangat membebani masyarakat kelas menengah ke bawah seperti dirinya.

Said menyebut, keluarganya berjumlah dua orang. Jika tetap menggunakan kepesertaan kelas I akan berdampak pada terganggunya ekonomi keluarga.

Seragam PNS Seperti Pakaian Berburu Orang Belanda, DPR Usul Diganti, Tak Cocok untuk Iklim Indonesia

Selain itu, ia juga khawatir jika tetap menggunakan kepesertaan kelas I hanya akan membuat dirinya menunggak membayar iuran.

Mengingat, ia yang hanya bekerja sebagai pedagang sayur dengan penghasilan yang tidak tetap setiap harinya.

"Jadi masih mending turun kelas saja ke kelas III," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved