Minggu, 26 April 2026

KLB PSSI Dinilai Sarat Kejanggalan, Iwan Bule Langsung Ditelepon Presiden FIFA

Fary Djemy Francis menjelaskan, ada dua hal yang janggal dari KLB PSSI kali ini.

Tribunnews/Abdul Majid
Caketum PSSI Vijaya Fitriyasa saat menjelaskan alasannya dan kelima rekannya keluar dari Kongres PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019). 

TRIBUNJABAR.ID- Kongres Luar Biasa atau KLB PSSI dinilai sarat kejanggalan. Tujuh dari 10 calon ketua umum PSSI menarik diri. Salah satu caketum yang sudah meninggalkan arena kongres adalah Fary Djemy Francis.

Ia menjelaskan, ada dua hal yang janggal dari KLB PSSI kali ini. Pertama, ketiadaan debat dan penyampaian visi misi dari para caketum beberapa hari sebelumnya. Fary Djemy Francis menyebut, pada awalnya debat dan penyampaian visi misi dari para caketum bahkan akan disiarkan di televisi nasional.

"PSSI berjanji untuk mempertemukan caketum, calon wakil ketua umum, dan calon anggota exco. Tapi apa yang terjadi? Batal dan pada hari ini ditetapkan kongres," kata Fary Djemy Francis di luar arena KLB PSSI.

Fary menilai PSSI hanya bisa menuntut kewajiban dari para calon ketua umum. Di sisi lain, Fary Djemy Francis menilai PSSI tak bisa memenuhi kewajibannya sendiri.

Fary kemudian mencontohkan dirinya yang sempat dinyatakan dicoret dari bursa ketua umum. Namun, karena mau mengajukan banding dan mengurus persyaratan yang belum lengkap, Fary akhirnya mampu masuk sebagai calon.

Mochamad Iriawan, Ketua Umum PSSI.
Mochamad Iriawan, Ketua Umum PSSI. (KOMPAS TV)

"Janji PSSI tidak dipenuhi. Janji kalau sudah tidak ditepati bagaimana nanti hasil kongres ini. Saya sudah empat kali ikut kongres, selalu budayanya sama. Kami hanya menjadi pengantin tanpa ada hak suara untuk mempresentasikan konsep kami," ujar Fary Djemy Francis.

Selain menyoroti tidak adanya debat dan penyampaikan visi misi, Fary Djemy Francis juga menyayangkan penetapan pemilik suara (voter) yang dinilainya tidak jelas.

Hasil Lengkap Liga Inggris, Liverpool Menang Dramatis, Dua Manchester Raih Hasil Berbeda

Mengenal Mochamad Iriawan, Ketua Umum PSSI Baru, Sang Jenderal Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Jabar

Ia menuding banyak voter yang tidak memiliki legitimasi. Fary Djemy Francis menganggap besar kemungkinan hasil KLB PSSI akan gampang digugat dan ditolak pihak lain yang merasa KLB kali ini tidak sah.

"Tidak ada kepastian terhadap voter. FIFA sudah mempertanyakan jika kongres tanggal 2 (November), voter-nya mana? Kompetisi belum rampung. Ada enam tim degradasi dan satu tim suspend, masa masih punya hak di pemilihan? Saya khawatir siapa pun yang terpilih tidak legitimated," kata Fary Djemy Francis.

Diusir

Kemarin, enam calon ketua umum PSSI, yang akhirnya mundur, diusir keluar ruangan kongres. Selain Fary Djemy Francis, lima lainnya adalah Aven Hinelo, Benny Erwin, Sarman, Vijaya Fitriyasa, dan Yesayas.

Menurut Vijaya Fitriyasa, pengusiran ia dan kelima caketum PSSI lainnya diawali saat mereka menyampaikan interupsi dan ingin menyampaikannya langsung ke FIFA.

Keberatan yang hendak disampaikan mencakup beberapa hal, di antaranya tidak adanya debat antarcalon dan ketidakjelasan pemilik suara (voter).

"Kami maju dan Pak Fary ingin menyampaikan keberatannya ke FIFA. Tapi dihalang-halangi security," ujar Vijaya Fitriyasa.

Vijaya menyatakan, saat terjadi perdebatan, ada petugas keamanan yang meminta mereka untuk keluar. Permintaan itu turut diperkuat pernyataan yang disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved