Iwan Bule Janji Bersih-bersih di PSSI, Sebut Luis Milla dan Pelatih Korea Selatan untuk Timnas

"Ya, saya kan komit, jika ada terbukti, saya dorong ke kepolisian. Saya akan lapor saja kepada satgas jika terbukti ada mafia bola," kata Iwan Bule.

Dok PSSI
Mochamad Iriawan alias Iwan Bule akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 melalui pemilihan pada Kongres Luar Biasa PSSI, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ketua PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule bukan orang baru di persepakbolaan Tanah Air, khususnya Jawa Barat.

Pada 2009, Iwan Bule sempat menjadi anggota Dewan Penasihat Persib Bandung. Ia juga tercatat aktif sebagai pelindung di kepengurusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jabar.

Seusai terpilih sebagai ketua umum PSSI, pria 57 tahun itu mengatakan, ada dua pekerjaan utama yang akan ia lakukan pada awal kepemimpinannya di PSSI.

Pertama, SEA Games 2019 di Manila yang mulai digelar 30 November nanti. Kedua, persiapan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada 2021. Iwan Bule mengatakan, dua hal itu membutuhkan perhatian besar dari PSSI saat ini.

Selain menjelaskan langkah awal yang akan ia lakukan sebagai ketua umum, Iwan Bule juga berjanji akan memberantas masalah paling utama sepak bola Indonesia, yakni mafia bola.

Sama seperti mekanisme sebelumnya, Iwan Bule akan dengan tegas melaporkan ke polisi jika terbukti ada praktik mafia bola dalam masa kepengurusannya.

"Ya, saya kan komit, jika ada terbukti, saya dorong ke kepolisian. Saya akan lapor saja kepada satgas jika terbukti ada mafia bola," kata Iwan Bule.

Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor PSSI
Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor PSSI (Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com)

Pertama Kali Selama 20 Pekan, Persib Bandung Kembali Plus di Liga 1 2019

KLB PSSI Dinilai Sarat Kejanggalan, Iwan Bule Langsung Ditelepon Presiden FIFA

Iwan juga berjanji akan menindaklanjuti jajarannya seandainya terbukti terlibat mafia bola. Tindakan tersebut, kata Iwan Bule, akan dilakukan untuk membersihkan dan memperbaiki sepak bola Indonesia.

"Ya, jelas. Kalau tidak ditindaklanjuti, kapan kita mau jadi lebih baik? Kalau terbukti ada yang terlibat, nanti saya dorong ke kepolisian," katanya.

Iwan juga menanggapi perihal dirinya yang merangkap jabatan sebagai ketua umum PSSI sekaligus sekretaris utama Lembaga Ketahanan Nasional RI.

Ia mengatakan masih akan melihat perkembangan dan berjanji akan bisa membagi waktu untuk keduanya.

"Masih ada waktu untuk bicarakan dengan PSSI. Saya akan bisa bagi waktu," ujarnya.

Tidak hanya perihal dirinya yang rangkap jabatan, Iwan Bule juga mengatakan masih akan melihat perkembangan mengenai pengurus Exco yang merangkap jabatan di klub masing-masing.

Iwan mengatakan, tidak ada yang bisa mengintervensi keputusan voter sebagai pemilih pengurus Exco.

Mengingat bahwa pada kepengurusan sebelumnya, ada juga pengurus Exco yang merangkap jabatan sebagai pengurus klub. Iwan Bule menegaskan, ia beserta jajaran akan fokus pada pengawasan terhadap pengurus Exco.

Hasil Lengkap Liga Inggris, Liverpool Menang Dramatis, Dua Manchester Raih Hasil Berbeda

Profil Novita Ariyanti, Istri Cantik Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Lihat Fotonya

"Ya, ini kan sulit. Mereka dipilih oleh voter. Kita tidak bisa mengintervensi ini boleh atau tidak. Karena demikian sebelumnya juga ada yang rangkap jabatan. Jadi, tinggal bagaimana pengawasan terhadap Exco. Jadwal pertandingan nanti harus ketat, jangan sampai menguntungkan Exco yang rangkap jabatan dengan klub," katanya.

Perihal apakah pengurus Exco yang rangkap jabatan akan diminta mundur dari klub atau tidak, Iwan Bule mengaku belum ada rencana.

 Dia tetap akan melakukan pengawasan terlebih dahulu dan pasti akan melakukan evaluasi jika kinerja pengurus Exco tidak baik.

"Yang jelas, kalau nanti kami temukan ada hal yang menguntungkan dan merugikan pihak lain, kami akan evaluasi," ujarnya.

Sejauh ini ada 12 anggota Exco. Mereka adalah Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Endri Erawan, Haruna Soemitro, Hasnuryadi Sulaiman, Juni Rahman, Pieter Tanuri, Sonhadji, Ahmad Riyadh, Yunus Nusi, Hasani Abdul Gani, dan Vivin.

Luis Milla

Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Luis Milla (tengah), beserta asisten pelatih Bima Sakti (kanan
Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Luis Milla (tengah), beserta asisten pelatih Bima Sakti (kanan (HERKA YANIS PANGARIBOWO/BOLASPORT.COM)

Iwan juga mengaku akan mempertimbangkan keinginan publik untuk melihat Luis Milla kembali menukangi Timnas. 

Seiring kinerja skuat Garuda yang melempem di Pra-Piala Dunia 2022, nama Milla kembali menggema di kalangan pecinta sepakbola Tanah Air.

"Satu-dua hari ini saya akan menganalisis pelatih mana yang kira-kira pas buat timnas kita. Publik juga menginginkan Luis Milla tapi itu akan kami dalami dulu karena ada pelatih lainnya yang bagus juga. Mantan pelatih Korea Selatan juga bagus tapi akan kami dalami dulu," katanya.

Bagaimana dengan pelatih lokal? Ia tak menutup kemungkinan tersebut. Namun, hal itu akan ia putuskan melalui rapat bersama dengan anggota Exco PSSI.

"Makanya nanti saya akan lihat dulu, di mana saja pelatih ini melatih," ujarnya. (tribunnetwork/kompas.com)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved