Rabu, 22 April 2026

Mantan Narapidana Ungkap tentang Kondisi di Dalam Penjara dan Keluarga yang Ditinggalkannya

Mantan anggota DPRD Kota Bandung, Tatang Suratis yang pernah menjalani hukuman dua tahun penjara

Penulis: Tiah SM | Editor: Ichsan
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Lapas Sukamiskin, Kota Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan anggota DPRD Kota Bandung, Tatang Suratis yang pernah menjalani hukuman dua tahun penjara karena terjerat kasus korupsi dana hibah, kini sudah bebas.

"Saya tak pernah memakan uang hibah tapi di pengadilan saya divonis hakim bersalah turut serta korupsi dana hibah," tutur Tatang Suratis melalui sambungan telepon, Sabtu ( 2/11/2019).

Tatang menuturkan, berada dalam sel sangat menderita tapi membawa berkah karena lebih dekat kepada Allah.

Namun di luar lebih menderita lagi keluarga karena tak ada lagi yang memberikan nafkah, sehingga untuk biaya sekolah dan makan sehari-hari harus menjual tanah.

"Uang tabungan habis selama mengikuti sidang, harus bayar pengacara, saksi ahli, dan bayar denda," ujarnya.

Viral, Gubernur Kalteng Tertangkap Basah Lempar Botol ke Lapangan Saat Laga Kalteng vs Persib

Selain uang habis dan tanah terjual, lanjut Tatang, anak-anak jadi malas belajar mungkin karena jauh dari bimbingannya selama dua tahun.

"Saya sangat sedih, ketika keluar penjara nilai raport anak jeblok bahkan nyaris dikeluarkan dari sekolah karena sering bolos," ujarnya.

Menurut Tatang, kehidupan narapidana tipikor di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, setiap hari merenung di pertengahan malam saat suasana sepi dan dingin, terkunci di kamar 2,5 meter x 1,6 meter.

Tatang mengatakan, kesendirian seperti itu tidak akan ditemukan di luar tahanan. Bagi narapidana itu sebagai media bercerita kepada Allah SWT diselingi dengan membaca Alquran.

"Sungguh jelas potret apa yang dilakukan dalam kehidupannya. Allah SWT menunjukan gambaran hidup dan kehidupan ke belakang," ujarnya.

ACT Tasikmalaya Salurkan 36 Ribu Liter Air Bersih

Tatang mengaku tak kuasa menahan air mata dan menangis tersedu-sedu setiap malam saat berdoa. Itu dilakukan hampir setiap hari sepanjang malam dalam penjara.

Setiap Azan berkumandang, hampir setiap narapidana berjalan dan berlari menuju masjid. Semua sigap tidak mau ketinggalan salat berjamaah.

Di siang hari pun punya jadwal ikut pesantren dari pukul 10.00 hingga pukul 11.30. Di sore hari mulai pukul 16.00 sampai pukul 17.30. Di situ belajar membaca Alquran secara berkelompok.

"Saya satu kelompok dengan Pak Dada Rosada (mantan wali kota Bandung). Saya banyak belajar dari Pak Dada Rosada yang taat beribadah selama di dalam penjara," ujarnya.

Adapun setelah keluar dari penjara, menurut Tatang, hidup dan langkah akan lebih  berhati-hati. Penjara menjadi pengalaman berharga dan kini memulai hidup dari nol untuk wirausaha dan berkebun.

Rayakan Ulang Tahun Pernikahan Tanpa Istri, Ifan Seventeen Kenang Dylan Sahara Lewat Video Akad

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved