Dandim dan Bupati Cianjur Turun Langsung ke Jalan Jemput Orang dengan Gangguan Jiwa
PLT Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, program jalur bisa sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Cianjur dalam menertibkan ODGJ.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, Ketua DPRD Cianjur Ganjar Ramadhan, Kejari Cianjur Yudhi Syufriadi, dan Wakapolres Cianjur Kompol Jaka Mulyana, melakukan razia orang dengan gangguan jiwa di wilayah Simpang Ramayana Cianjur, Rabu (30/10/2019).
Sebanyak tiga orang dengan gangguan jiwa yang terjaring langsung dimasukkan ke dalam ambulans.
Dandim dan PLT Bupati Cianjur turun ke jalan dan langsung mengajak tiga orang yang sedang berada di pinggir jalan tersebut untuk masuk ke dalam ambulans.
Dandim mengatakan, pihaknya bersama Klinik Harapan Sehat melaunching program Jalur Bisa yang dikaitkan dengan hari jadi ke-74 TNI.
"Melalui program ini kami ingin memanusiakan manusia, tak boleh lagi ada ODGJ di jalan, mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan beroperasi. Program ini dimulai kemarin sudah beroperasi mereka yang terjaring akan dikirim ke panti rehabilitasi," ujar Rendra Dwi Ardhani.
Dandim menduga ODGJ yang ada di seputar jalanan Cianjur berasal dari luar daerah Cianjur.
• VIDEO-Puluhan ODGJ dari Jalanan di Cianjur Dibawa, Diobati, dan Dibersihkan serta Direhabilitasi
• Di Leuwimunding Majalengka, Banyak Penderita ODGJ Belum Diperiksa karena Keluarga Malu dan Keberatan
PLT Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, program jalur bisa sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Cianjur dalam menertibkan ODGJ.
"Mudah-mudahan program ini berjalan terus atas dukungan Kodim 0608 Cianjur dan dari Klinik Harapan Sehat, dalam rangka memanusiakan manusia," kata Herman.
Ketua Pelaksana, dr Yusuf Nugraha, mengatakan pihaknya ingin mendobrak agar ODGJ tak ada lagi di jalanan Cianjur.
"Ini lebih kepada kemanusiaan, saya ingin mendorong semua pihak untuk membersihkan jalanan Cianjur dari ODGJ," kata Yusuf.
Pihaknya juga ingin mendorong pemerintah untuk mengeluarkan peraturan bupati.
"Ini bukan seremoni yang sudah terjaring akan dibawa ke panti dan diobati," kata Yusuf.
Menurutnya Evaluasi akan dilakukan selama enam bulan sekali dan akan dilakukan lagi evakuasi ODGJ.
Pengelola Panti Aura Welas Asih, Deni Solang, mengatakan pihaknya baru pertama kali melihat ada sinergitas yang baik dari pemerintah dan warga dalam menertibkan ODGJ.
"Saya baru melihat ini sinergitas yang baik di Cianjur antara relawan, TNI, dan Pemda, ini belum pernah terjadi di daerah lain ada bupati dan pejabat lainnya turun tangan, semoga ini diikuti di daerah lainnnya," kata Deni.