Rabu, 29 April 2026

Kasus Penemuan 39 Mayat di Dalam Truk Kontainer, Polisi Sudah Amankan 4 Tersangka

Sopir truk juga ditahan setelah 39 mayat ditemukan dalam kontainer di Grays, Inggris, pada Rabu dini hari waktu setempat (23/10/2019).

Editor: Ravianto
DAILYMAIL.CO.UK
Petugas forensik mengevakuasi 39 mayat yang bertumpuk dalam kontainer truk di wilayah Essex, Inggris, Rabu (23/10/2019). 39 Mayat Bertumpuk Ditemukan dalam Satu Kontainer Truk: Diduga Mayat Imigran. 

TRIBUNJABAR.ID - Polisi Inggris menangkap empat orang terduga pelaku dalam kasus penemuan 39 mayat di kontainer truk, dengan yang terakhir dibekuk di Bandara Stansted.

Pria berusia 48 tahun yang berasal dari Irlandia Utara ditangkap dengan tuduhan berkonspirasi menyelundupkan manusia dan pembunuhan.

Sebelumnya, polisi menyatakan mereka menangkap pria dan perempuan masing-masing berusia 38 tahun di Warrington, Cheshire, atas tuduhan yang sama.

Sopir truk juga ditahan setelah 39 mayat ditemukan dalam kontainer di Grays, Inggris, pada Rabu dini hari waktu setempat (23/10/2019).

Dilansir Sky News Jumat (25/10/2019), dia diketahui bernama Mo Robinson (25), asal Portadown di County Arnagh, Irlandia Utara.

Dalam keterangan penegak hukum, sebanyak 11 dri 39 jenazah itu diangkat dan dibawa ke Rumah Sakit Broomsfield untuk dilakukan pemeriksaa post-mortem.

Forensik dari Kepolisian Inggris bekerja memeriksa truk di mana 39 mayat ditemukan di kontainer di Kawasan Industri di Grays, timur London, pada 23 Oktober 2019.
Forensik dari Kepolisian Inggris bekerja memeriksa truk di mana 39 mayat ditemukan di kontainer di Kawasan Industri di Grays, timur London, pada 23 Oktober 2019. (AFP/BEN STANSALL)

Seluruh mayat diprediksi bakal diangkat pada akhir pekan ini, dalam kasus yang dianggap terbesar sejak insiden Dover 2000 silam.

Kepolisian Essex menyatakan, mereka sebelumnya meyakini jenazah itu adalah warga negara China.

Namun kini mereka berujar masih "melakukan pengembangan".

Wakil Kepala Pippa Mills mengatakan, dia masih menunggu hasil pemeriksaa untuk menentukan dari negara mana para korban datang.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved