Cuaca Bandung Cukup Panas, Suhu Mencapai 34 Derajat Celcius, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tidak adanya tameng awan menyebabkan beberapa pekan terakhir, cuaca di Indonesia terasa sangat panas. Bahkan di Kota Bandung sempat mencapai 34 dejara
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin
TRIBUNJABAR.ID, PASIRJAMBU - Tidak adanya tameng awan menyebabkan beberapa pekan terakhir, cuaca di Indonesia terasa sangat panas. Bahkan di Kota Bandung sempat mencapai 34 dejarat Celcius.
Kepala Badan Metreologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa ada tiga penyebab cuaca panas di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
"Penyebab cuaca panas yang pertama adalah karena tameng awan yang ada di langit kita ini hampir tidak ada, jadi terbuka. Jadi di Indonesia saat ini belum terjadi pembentukan awan yang secara optimal bisa melindungi," katanya ketika ditemui di Shelter Sensor Gempa Seismograph di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jumat (25/10/2019).
• Bekasi Panas Banget, Warga Sampai Bisa Goreng Kerupuk di Bawah Terik Matahari, Tak Perlu Api Kompor
Penyebab kedua meningkatnya suhu udara, disebabkan oleh posisi semu matahari terhadap bumi.
Posisinya tepat di selatan khatulistiwa yang ada di atas wilayah kepulauan Jawa, Sumatera Selatan hingga Papua.
"Nah jadi posisi matahari tadi mengakibatkan sinaran matahari langsung ke permukaan bumi. Ditambah tidak ada tamengnya, tidak ada awannya sehingga terasa sangat menyengat," ungkapnya.
Kemudian yang ketiga, memasuki Bulan Oktober ini, bertiup udara dari Australia, dengan tipikal udara yang kering dan panas. Karena pada saat ini Australia tengah memasuki musim panas.
"Ketiga hal inilah menyebabkan suhu udara memanas. Di Bandung kemarin sempat 34 derajat celcius, di Makassar sampai 39,5 derajat celsius," katanya.
Oleh karena itu BMKG mengimbau masyarakat agar memperbanyak minum untuk mencegah dehidrasi.
Kemudian hindari paparan langsung dengan matahari dengan melindungi diri menggunakan payung, topi, atau berteduh di tempat yang teduh.
"Tapi di Bulan November nanti, khususnya Pulau Jawa sudah memasuki musim hujan. Mudah-mudahan hujan segera turun, kalau hujan akan ada awan yang menjadi tameng dan dengan begitu kelembapan udara juga akan meningkat," katanya.
• Suhu Udara Makin Panas, Kisah Matahari Kehilangan Energi, Mati, Lalu Kiamat, Dijelaskan di Alquran
• Hingga Akhir Oktober, Wilayah III Cirebon Alami Suhu Udara Terpanas Selama 5 Tahun Terakhir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/air-cuaca-panas-dan-dehidrasi.jpg)