Senin, 15 Juni 2026

Polri Sebut Tim Teknis Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan Terus Bekerja Keras

Tim teknis yang dibentuk Polri untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan diklaim terus bekerja.

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan para pegawai serta kuasa hukum di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tim teknis yang dibentuk Polri untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan diklaim terus bekerja.

Dikutip dari Kompas.com, hal itu diungkapkan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019).

"Saat ini terkait dengan penanganan kasus NB ( Novel Baswedan), kami dari tim teknis masih bekerja terus, bahkan bekerja keras untuk bisa mengungkap perkara ini. Mohon doanya saja," ujar Asep.

Ia menuturkan, hasil itu akan diungkapkan nantinya.

Namun, ia tidak merinci kapan hasil investigasi akan diungkap ke publik.

"Nanti akan disampaikan setelah ada hasil secara resmi," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menegaskan akan tetap mengejar kepolisian untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

Meskipun Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian saat ini sudah menjadi Menteri Dalam Negeri, namun Jokowi akan mengejar kasus Novel ke Kapolri yang baru.

"Mengenai kasus yang ditanyakan tadi, saya kejar ke Kapolri yang baru agar bisa diselesaikan," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Jokowi pun mengaku sudah meminta laporan ke Tito terkait perkembangan kasus Novel.

Menurutnya, sudah ada kemajuan meski pelaku belum terungkap.

Kasus Novel Baswedan - Tito Karnavian Lapor Ada Perkembangan Baik, Jokowi Akan Kejar ke Kapolri Baru

Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.
Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Sebelumnya, Tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk Kapolri gagal mengungkap pelaku penyerangan.

Kapolri pun membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti temuan yang telah didapat oleh TGPF.

Presiden Jokowi sudah meminta tim teknis yang dibentuk kepolisian menuntaskan kasus Novel dalam 3 bulan.

Hal itu disampaikan Jokowi Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved