Dusun Bambu Punya Tim Kesenian Alat Musik Tradisional, Pernah Tampil di Acara Jazz di Ijen
Dusun Bambu punya tim kesenian alat musik tradisional. Pernah tampil di acara jaz di Gunung Ijen.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, CISARUA - Destinasi wisata Dusun Bambu di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki tim kesenian yang diberi nama Rongga Budaya Dusun Bambu.
Mereka memainkan alat musik tradisional saat tampil.
Uniknya, alat musik tradisonal tersebut semuanya utuh berbahan bambu, seperti suling, karinding, celempung, haliwung, dan koletrak. Semua itu disimpan dan kerap diaminkan di sebuah saung yang juga terbuat dari bambu.
Tim yang terdiri dari Bah Wawan, Boaay, Kentung, Erik, dan Bogang itu tampak piawai dan bisa menghasilkan nada musik yang indah ketika mereka memainkan semua alat musik tersebut.
Sejumlah pengunjung yang datang ke Dusun Bambu bisa terhibur ketika mereka memainkan alat musik di saung yang berada di lingkungan tempat wisata tersebut.
"Alunan musik bambu ini bisa dikolaborasikan dengan musik jazz. Harmonisasi musiknya masuk dengan sendirinya, meski disandingkan dengan alat musik lain semisal bas atau keyboard sekalipun," ujar Bah Wawan (55) saat ditemui di Dusun Bambu, Kamis (25/10/2019).
Bahkan, mereka pernah unjuk kebolehan pada gelaran Jazz Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur dan menjadi satu-satunya pengisi acara yang mewakili Jawa Barat.
Menurut Bah Wawan, bisa tampil sebagai undangan di Jazz Gunung Ijen, Banyuwangi, merupakan pengalaman berharga, apalagi yang membuat timnya senang adalah adanya sambutan dari penonton yang sangat antusias.
"Karena yang diundang pada acara ini tidak sembarangan. Kebanyakan adalah musisi jazz ternama dan kegiatan tersebut juga dihadiri oleh maestro Jazz Indonesia, Indra Lesmana," katanya.
Ketika ada tawaran untuk menampilkan jazz etnik bambu dari pihak penyelenggara, pihaknya pun tidak kuasa untuk menolaknya dan harus memberikan penampilan yang maksimal.
Awalnya, kata dia, tim kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu ini hanya dijadwalkan manggung sebanyak dua kali.
Namun karena apresiasi dari penonton sangat bagus, akhirnya mereka tampil sebanyak tiga kali dengan sekali tampil 30 menit.
"Saat tampil di Amphiteater Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi, yang memiliki latar belakang kawasan persawahan dengan ketinggian 600 mdpl ini, lagu yang dibawakan adalah Rajah," ucapnya.
Bah Wawan, pria yang piawai memainkan suling dan menjadi vokalis di tim kesenian ini juga mengatakan, selain tampil untuk berkesenian, pihaknya juga ingin membawa misi memperkenalkan alat musik bambu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rongga-budaya-dusun-bambu.jpg)