Kapolda Jabar Undang Organisasi Mahasiswa di Cipayung Plus, Saling Anggap Ayah dan Anak

Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus bersilaturahmi dengan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus semisal GMNI, PMII, HMI, IMM, GMKI, IMM, Kammi dan KMHDI bersilaturahmi dengan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar, Rabu (23/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

 TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus semisal GMNI, PMII, HMI, IMM, GMKI, IMM, Kammi dan KMHDI bersilaturahmi dengan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar, Rabu (23/10/2019).

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar menyebut para mahasiswa ini merupakan anak-anaknya. 

Kelompok ini sempat menuai kontroversi dalam insiden pelemparan bensin ke arah Iptu Erwin yang hendak memadamkan api saat unjuk rasa di Cianjur.

"Ada goresan di hati saya, informasi di luar, Cipayung Plus ini ada anak buah saya disiram pakai bensin. Bagaimanapun mahasiswa Cipayung Plus ini anak-anak saya, tanggung jawab saya, jangan lempar tanggung jawab," kata Rudy Sufahriadi.

Kapolda mengaku sengaja mengundang kelompok mahasiswa Cipayung Plus ke Mapolda Jabar untuk bersilaturahmi.

"Saya bertemu Cipayung Plus ini untuk jalin komunikasi karena mereka anak-anak saya. ‎Saya berpesan kepada mereka 'jangan mau dimanfaatkan kelompok yang mau buat kerusuhan'," ujar Kapolda Jabar itu.

5 Hal Menarik Tentang Sandy Saputra, Kreator TikTok yang Kini Lebih Populer dari Bowo Alpenliebe

Mahfud MD dan Jaksa Agung ST Burhanuddin Ternyata Senasib Soal Nama, Sang Guru Menjadi Penyebab

Pernyataan Rudy Sufahriadi soal kelompok yang membuat rusuh itu berkaca pada aksi unjuk rasa mahasiswa pada 23, 24 dan 30 September di Kota Bandung.

"Saya lihat betul di unjuk rasa mahasiswa itu ada kelompok ‎tertentu, tidak pakai seragam jaket almamater, melempari polisi. Saya enggak mau anak-anak saya dimanfaatkan," ujar Kapolda Jabar.

Ketua DPD GMNI Jabar, Wahyu Khanoris sepakat dengan Kapolda soal aksi mahasiswa dalam bentuk apapun, harus hati-hati supaya tidak ditunggangi.

"Sepakat. Termasuk insiden Cianjur juga merugikan Cipayung Plus, merugikan kepolisian. Momentum hari ini kerja sama dengan kepolisian supaya lebih erat lagi," kata Wahyu.

Fachrul Rizal Ketua PMII Jabar menyambut baik silaturahmi yang diinisiasi Kapolda.

"Kami menyambut baik, kami anak-anak bapak selaku anak dan bapa bisa diskusi dengan baik menjaga rumah. Kami Cipayung Plus berkomitmen menjaga keamanan dan kondusivitas Jabar dan siap berkomunikasi dengan forum pimpinan daerah di Jabar," katanya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved