Sabtu, 25 April 2026

Gerindra Merapat ke Pemerintah, NasDem Siap Beralih Jadi Oposisi

Kepastian itu diperoleh setelah Prabowo dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo dipanggil Jokowi ke Istana.

Editor: Ravianto
Tangkapan Layar KompasTV
Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Subianto di kediaman Surya Paloh di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019). 

Sebelum Prabowo dan Edhy Prabowo, terdapat 9 nama yang dipanggil Jokowi dan diperkirakan bakal menjadi menteri Jokowi. 

Mereka yakni Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Tohir, Tito Karnavian, Fadjorel Rahman, Nico Harjanto, Partikno, dan Airlangga Hartanto. 

Beberapa di antaranya mengakui diminta Jokowi menjadi menteri meski tidak menyebut posisi menteri yang akan ditempati. 

NasDem Siap Jadi Oposisi

Jika Partai Gerindra resmi bergabung dengan pemerintah, Partai NasDem yang saat ini menjadi koalisi Pemerintah memberikan sinyal siap menjadi oposisi. 

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Menurut dia, bila semua partai politik mendukung pemerintah, Partai Nasdem siap menjadi oposisi.

"Kalau tidak ada yang oposisi, Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir dari Kompas TV, Senin (21/10/2019).

Surya Paloh bertemu Prabowo Subianto, hasilkan tiga kesekapatan politik, Minggu (13/10/2019).
Surya Paloh bertemu Prabowo Subianto, hasilkan tiga kesekapatan politik, Minggu (13/10/2019). (Tangkap layar live KompasTV)

Catatan Tribunnews.com, di kabinet Jokowi jilid II, NasDem memilikii dua menteri. 

Yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Perdagangan Enggatiasto Lukita. 

Hingga saat ini, belum diketahui siapa kader NasDem yang bakal menjadi menteri Jokowi. 

Kader NasDem Viktor Laiskodat Mundur dari Bursa Calon Menteri

Ketua DPP NasDem Willy Aditia mengatakan bahwa Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat mundur dari bursa Calon Menteri Jokowi-Ma'ruf.

Viktor mundur karena desakan dari masyarakat NTT yang menginginkannya tetap menjadi Gubernur.

"Banyak aspirasi rakyat dan tokoh-tokoh masyarakat dan agama NTT meminta ke presiden untuk kakak Viktor tetap memimpin NTT," ujar Willy saat dihubungi, Senin, (21/10/2019).

Menurut Willy, Viktor memang diminta oleh presiden untuk mengisi komposisi kabinet.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved