Kecanduan Game Online

Anak Masuk RSJ karena Kecanduan Game Online, Kadisdik Kota Bandung Jelaskan Aturan Ponsel di Sekolah

Banyak anak kecanduan game online, lalu masuk ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua Bandung. Kadisdik Bandung jelaskan aturan handphone di sekolah.

Anak Masuk RSJ karena Kecanduan Game Online, Kadisdik Kota Bandung Jelaskan Aturan Ponsel di Sekolah
(Facebook/Dachar Nuysticker Chuayduang)
Putri Dachar mengalami masalah penglihatan karena kecanduan gadget. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Belakangan ini banyak orang tua yang mengobati anaknya ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua Bandung, Jawa Barat, karena kecanduan bermain handphone baik game online, sosial media, atau lainnya.

Menurut kepala dinas pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar,  pendidikan ini menjadi tanggung jawab semua pihak di lingkungan sekolah maupun dilingkungan rumah.

“Baik orang tua maupun para pendidik memiliki peran yang sangat penting,” ujar Hikmat, di Balai Kota Bandung, Sabtu (19/10/2019).

Hikmat mengatakan,  oleh karenanya mengawali semua pendidikan ada fase-fasenya dan bagian bagiannya, di sekolah tentu tanggung jawab para pendidik, kepala sekolah dan guru ikut mengawasi para peserta didik ini untuk belajar sebaik-baiknya.

Dampak Mengerikan Anak Kecanduan Gadget, Ini Cara Tepat Menangani Kecanduan Hape

“Di rumah, orang tua memiliki peran yang sangat penting, harus bisa memberikan batasan kepada anak -anak kita untuk melihat dan bijak terhadap media sosial,” ujar Hikmat.

Tentu, kata Hikmat, itu semua melalui mekanisme sosialisasi kepada anak-anak sehingga mereka lebih hati-hati menggunakan media sosial agar tidak kecanduan gadget atau game online.

“Pada jam belajar (di sekolah) itu kita tidak menggunakan handphone, ada juga ketika menggunakan handphone untuk ujian nasional berbasis komputer, supaya metodenya lebih cepat selesai,” kata dia.

Hikmat mengatakan, setiap kegiatan belajar di sekolah handphone disimpan dan tidak digunakan.

“Di jam belajar mereka (murid) itu khusus untuk belajar menerima pelajaran dari para gurunya,” ucap dia.

Waspadai Game Online, Sudah 209 Anak Dirawat di RS Jiwa Cisarua karena Kecanduan Main Handphone

Menurut Hikmat, untuk sanksi bagi siswa yang menggunakan handphone saat belajar, pihaknya memberikan edukasi, mengimbau mereka untuk tidak menggunakannya.

Saat disinggung ketika belajar apakah handphone di simpan masing-masing oleh para siswa atau disimpan dan disatukan oleh gurunya, kata Hikmat, yang jelas disimpan dan dimatikan saat proses belajar.

“Untuk menyimpannya tergantung kebijakan dari sekolah masing-masing,” ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved