Pasar Sarijadi yang Dibikin Bagus oleh Ridwan Kamil Kini Malah Sepi, Pedagang Menjerit Mau Pindah

Bangunan luas nan megah di Pasar Sarijadi, tidak sebanding dengan kondisi aktivitas di dalamnya. Selain

Pasar Sarijadi yang Dibikin Bagus oleh Ridwan Kamil Kini Malah Sepi, Pedagang Menjerit Mau Pindah
Tribunjabar/Cipta Permana
Beberapa pedagang di Pasar Sarijadi hanya dapat terduduk lesu menunggu datangnya pembeli, dan solusi dari pemerintah mengatasi persoalan di pasar yang digadang-gadang menjadi kebanggaan Kota Bandung, Kamis (17/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana                                                                                                   

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bangunan luas nan megah di Pasar Sarijadi, tidak sebanding dengan kondisi aktivitas di dalamnya. Selain sepi kegiatan transaksi jual beli, para pembeli yang datang pun hanya hitungan jari.

Dibangun sekitar tahun 2017 pada era kepemimpinan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Pasar Sarijadi memiliki tiga lantai berkonsep kontemporer tematik dan menghabiskan anggaran Rp 19 miliar.

Kini hanya diisi oleh beberapa pedagang saja, seperti sembako, ayam potong, sayuran, dan lainnya yang tersentral di lantai satu, sedangkan sisanya hanya dihiasi oleh barisan ruang dagang terbuat dari kayu yang berjajar rapi tanpa adanya penghuni di setiap lantai lainnya.

Para pedagang pun tampak tertegun lesu di depan ruang dagangnya menerima kenyataan, sambil menunggu pembeli yang datang.

Dengan kondisi yang ada tersebut membuat para pedagang menjerit sebab harus terus menelan rugi setiap hari. Salah seorang pedagang sembako, Siti Asih (49) mengaku, sepinya pasar sudah dialami para pedagang setelah revitalisasi.

Pose Foto Jokowi-Maruf yang Dijual di Pedagang Bingkai Berbeda dengan Versi Resmi dari Setneg

Sebelum di revitalisasi, ia mampu meraup omzet sekitar Rp 3 juta perhari, sedangkan saat ini, untuk meraih omzet Rp 300 ribu saja merupakan hal yang sangat sulit.

"Dari 20 tahun saya berjualan di sini, baru sekarang ini alami sepi seperti sekarang. Bingung harus gimana lagi, malahan saya berencana ada niat pindah ke pasar lain, seperti pedagang yang lain, karena kondisi seperti ini, bisa-bisa bangkrut," ujarnya saat ditemui di Pasar Sarijadi, Jalan Terusan Sari Asih, Kota Bandung. Kamis (17/10/2019).

Ia menuturkan, karena kondisi tersebut, dirinya yang semula berjualan di lantai dua terpaksa turun ke lantai satu, karena mencoba menjemput pembeli. Namun ternyata keadaan tidak berubah, dan dirinya memutuskan masih bertahan, karena terdapat dua pelanggan setianya yang kerap dagang membeli dagangannya.

"Kalau langganan udah engga ke sini mah, saya mau engga mau pasti pindah, karena engga ada lagi yang bisa di harapakan. Kepada pemerintah, saya cuma ingin agar ada solusi agar kami tidak terus seperti ini, soalnya bukan engga mungkin lama kelamaan pasar ini dintinggal para pedagang dan pembelinya," ucapnya.

Keluhan lainnya juga disampaikan oleh Gaga (52) seorang pedagang ayam potong. Menurutnya, saat ramai dirinya mampu menjual sekitar 20-25 ekor ayam. Sedangkan saat ini 10 ekor pun tidak mungkin.

Kapten Persebaya Surabaya Ruben Sanadi Diragukan Tampil Lawan Persib Bandung

"Kayak hari ini saja saya jual cuma empat ekor, tapi dari pagi engga ada yang beli, padahal saya jualan di sini sudah 30 tahun, tapi sayang bangunan mewah dan mahal seperti ini tapi engga ada yang beli dan total pedang yang bertahan cuma 18 orang dan merupakan pedagang lama semua, kalau sisanya pada  kabur semua," ujarnya di lokasi yang sama.

Bahkan, menurutnya pada Sabtu dan Minggu lebih sepi. Ia pun sempat mengeluhkan kondisi pasar ke pengurus pasar. Namun, dirinya mengungkapkan tidak terdapat tindaklanjut dari keluhan yang disampaikan para pedagang.

"Selain dari pengurus yang tidak bisa mengurus, masalah lainnya sepinya pasar karena adanya pasar lain yaitu Pasar Cibogo dilingkungan Sarijadi. Dirinya berharap agar pemerintah segera mencari solusi agar pasar bisa kembali ramai pembeli. Termasuk menyatukan pasar Cibogo dengan Pasar Sarijadi," katanya

Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved