BEM PTAI Jabar Minta Jangan Ada yang Ganggu Pelantikan Presiden

BEM PTAI Jabar berharap pelantikan presiden dan wakil presiden berjalan lancar.

BEM PTAI Jabar Minta Jangan Ada yang Ganggu Pelantikan Presiden
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Ketua Presidium Silaturahmi dan Sarasehan Forum Komunikasi BEM PTAI Jabar, Samsil Anwar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Jabar berharap pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pilpres 2019 yang akan digelar pada Minggu (20/10/2019) berjalan lancar.

"Kami berharap dan mendoakan pelantikan presiden berjalan aman dan lancar. Kami mendukung. Presiden dan Wakil Presiden terpilih itu sudah konstitusional, harus diterima," ujar Ketua Presidium Silaturahmi dan Sarasehan Forum Komunikasi BEM PTAI Jabar, Samsil Anwar, di Jalan Asia Afrika, Rabu (15/10/2019).

BEM PTAI yang menghimpun ratusan mahasiswa dari 76 perguruan tinggi Islam ini menyayangkan jika ada pihak-pihak yang berunjuk rasa menentang pelantikan presiden. Menurutnya, aksi dengan tema itu sebagai tindakan inkonstitusional.

"Sudah jelas secara konstituonal sudah terpilih jadi apa boleh buat. Kita ini negara yang harusnya sudah dewasa dan beradab. Tapi kadang-kadang ada saja yang melakukan kericuhan dengan motif-motif tertentu," ujarnya.

"Kami di BEM PTAI tidak terlibat aksi anarkis. Nah, saya dengar juga kenapa sampai anarkis gitu karena mereka membawa massanya bukan main-main sampai anak-anak SMK dibawa-bawa juga, kami sayangkan juga dengan gerakan-gerakan seperti itu," katanya.

Polisi sempat menyebut massa perusuh itu adalah kelompok anarko. Ia mengetahui soal itu. Namun, ia berkeyakinan, mereka juga dikendalikan.

"Kalau menurut saya, sebaliknya. Massa anarko yang dikoordinir dengan yang lain. Pada intinya, kami mengutuk keras massa yang berdemo untuk tujuan anarkis," katanya.

Ia juga mengkritik aksi mahasiswa yang tergabung dalam BEM yang belakangan ini tidak konsisten dalam mengkritisi situasi nasional.

"Itu juga saya kritisi sikap para BEM yang mencla-mencle. Kemarin katanya demo tentang RUU KUHP tapi ternyata isu digulirkan dengan pelantikan presiden," katanya.

Karena pelantikan presiden sudah konstitusional, ia berharap tidak ada unjuk rasa terkait penolakan pelantikan.

"Harapannya, tidak ada demo terkait pelantikan presiden," kata dia.

Polri Ungkap 2 Daerah Ini Direncanakan Jadi Lokasi Bom Bunuh Diri Teroris saat Pelantikan Presiden

Pelaku Penusukan Sel JAD Bekasi, Sempat Terpantau di Bogor, Teror Jelang Pelantikan Presiden

Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved