Ada Retakan, 3 Pesawat Milik Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Dilarang Terbang

Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) melarang terbang atau grounding satu pesawat miliki Garuda Indonesia dan dua pesawat milik Sriwijaya Air.

TRIBUNNEWS/WIDODO
Pesawat Garuda Indonesia 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) melarang terbang atau grounding satu pesawat miliki Garuda Indonesia dan dua pesawat milik Sriwijaya Air.

Ketiga pesawat jenis Boeing 737 NG atau  pesawat B737NG tersebut dilarang terbang menyusul ditemukan adanya retakan di tubuh pesawat milik Garuda Indonesia dan dua pesawat milik Sriwijaya Air

Hal itu dikonfirmasi Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Avirianto.

Menurutnya, ada crack di salah satu dari tiga pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack di dua pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari lima pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Pengoperasian tiga pesawat B737NG yang ditemukan crack atau retakan diberhentikan sampai menunggu rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing.

“Selanjutnya DKPPU meminta operator yang mengoperasikan B737NG, yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air, untuk memasukkan pemeriksaan atau inspeksi sesuai DGCA AD 19-10-003 ke dalam Maintenance Program dengan interval rutin setiap 3500 Flight Cycle (FC),” ujar Avirianto dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019).

Avirianto menambahkan, pihaknya telah memerintahkan operator penerbangan yang mengoperasikan pesawat B737NG agar segera melakukan instruksi sesuai Airworthiness Directive.

Jangan Lagi Unggah Boarding Pass ke Media Sosial, Ini Efek Buruknya bagi Penumpang Pesawat

Teruskan Spirit BJ Habibie, PTDI Bangun Pesawat N219, Gatotkaca & Kerincing Wesi Dipindahkan

Instruksi tersebut berupa B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 30.000 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 7 hari sejak 11 Oktober 2019.

Lalu, B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 22.600 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 1.000 FCN sejak 11 Oktober 2019. Kemudian akan dilakukan pemeriksaan kembali setiap 3.500 FCN secara berulang.

“Saat ini maskapai yang mengoperasikan pesawat B737NG adalah Garuda Indonesia sebanyak 73 pesawat, Lion Air sebanyak 102 pesawat, Batik Air sebanyak 14 pesawat, dan Sriwijaya Air sebanyak 24 pesawat,” kata Avirianto.

Sebelumnya, Boeing mengatakan pada Kamis waktu setempat bahwa maskapai penerbangan telah memeriksa 810 unit pesawat tipe 737 Next Generation (NG) di seluruh dunia.

Jenis pesawat 737 NG meliputi Boeing 737-600, Boeing 737-700, Boeing 737-800, dan Boeing 737-900. Dari pemeriksaan itu, Boeing menemukan retakan struktural di 38 pesawat sehingga membutuhkan perbaikan dan penggantian.

Dikutip dari Reuters Jumat (11/10/2019) pesawat-pesawat yang mengalami keretakan itu akan dilarang terbang sampai perbaikan dilakukan.

Hampir 5 persen dari hasil inspeksi menemukan retakan di bagian pickle fork, yaitu bagian yang menempelkan badan pesawat ke struktur sayap dan mengelola gaya. (Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alami Retakan, Kemenhub Larang Terbang 3 Pesawat Garuda dan Sriwijaya"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved