Jangan Lagi Unggah Boarding Pass ke Media Sosial, Ini Efek Buruknya bagi Penumpang Pesawat

Mengunggah foto boarding pass di media sosial berarti membuka kemungkinan data pribadi calon penumpang pesawat diretas pihak ketiga.

Jangan Lagi Unggah Boarding Pass ke Media Sosial, Ini Efek Buruknya bagi Penumpang Pesawat
Bangka Pos/Krisyanidayati
Sony menunjukkan boarding pass pesawat Lion Air JT 610 yang sudah dicetaknya. 

TRIBUNJABAR.ID- Kebiasaan calon penumpang pesawat mengunggah foto boarding pass di media sosial ternyata bukan hal yang bijaksana.

Mengunggah foto boarding pass di media sosial berarti membuka kemungkinan data pribadi calon penumpang pesawat diretas pihak ketiga.

Boarding pass merupakan semacam bukti traveler akan menjadi penumpang pesawat.

Di dalam boarding pass terdapat berbagai informasi, mulai dari nama penumpang pesawat, nomor identitas, nama maskapai, nomor penerbangan, dan sebagainya.

Meski sepele, traveler sebaiknya tidak mengunggah foto boarding pass di media sosial.

Meski hanya deretan angka dan huruf yang terpampang pada boarding pass, sesungguhnya itu bukanlah kode acak.

 Bus Damri Masih Jadi Pilihan Utama Penumpang Pesawat Menuju BIJB Kertajati

 Tertidur Selama Penerbangan, Perempuan ini Bangun dalam Keadaan Terkunci di Dalam Pesawat, Sendirian

Semua angka dan huruf pada boarding pass ada karena suatu alasan.

Setiap kelompok angka kecil dicantumkan di boarding pass untuk memberikan data maskapai tentang penumpangnya.

Ada alasan mengapa sebaiknya traveler tidak mengunggah foto boarding pass di media sosial.

Dikutip TribunTravel.com dari laman Travel and Leisure, jika traveler melihat kode enam digit pada boarding pass dan tahu artinya, traveler pasti tidak ingin orang lain mengetahui kode tersebut.

Noam Rotem, seorang peneliti keamanan yang berbasis di Israel mengatakan kepada Popular Mechanics, para peretas dapat menemukan catatan nama penumpang (Passenger Name Record/PNR) dengan menggunakan kode enam digit yang tercetak pada boarding pass dan tiket bagasi.

Memang, Noam membuktikan teorinya tentang sistem pemesanan online Amadeus dan bukan pada situs pemesanan populer lainnya.
Teorinya tetap sama, di mana pun traveler memesan tiket pesawat.
"Hanya dengan menebak PNR, saya dapat mengakses data pribadi dan mengubah detail kontak pelanggan," kata Noam Rotem kepada Popular Mechanics.

 Tunjukan Boarding Pass Bandara Kertajati, Anda Bisa Dapat Harga Spesial Menginap di Amaris Hotel

 Tunjukkan Boarding Pass BIJB Kertajati, Langsung Dapat Diskon 40 Persen Menginap di Hotel Santika

"Hal ini juga dikonfirmasi oleh tim Amadeus," katanya.

Mendapatkan akses ke kode PNR akan memungkinkan peretas melakukan segala macam hal pada informasi pribadimu.

Termasuk mencuri mil frequent flier pada program penumpang setia yang disediakan oleh maskapai, mengubah nomor kursi dan pilihan menua makanan, atau bahkan mengubah email dan nomor telepon pelanggan untuk membatalkan atau mengubah reservasi penerbangan, menurut Safety Detective.

Bukan hanya pelanggan situs pemesanan online Amadeus yang rentan, menurut Noam Rotem.

Sistem yang tidak ter-update secara berkala juga semakin rentan dalam teknologi yang kian kuat dan lebih cepat saat ini.

Selain itu, beberapa penumpang yang tidak mengetahui pentingnya kode enam digit ini dapat dengan sembrono membagikan foto boarding pass mereka di media sosial.

Hal ini berarti pemilik boarding pass malah terang-terangan membuka diri terhadap pencurian identitas, lapor Popular Mechanics.

Sementara itu, situs Amadeus telah menemukan solusi untuk kesalahan PNR.

Yakni, dengan menambahkan PTR Pemulihan untuk mencegah pengguna jahat mengakses informasi pribadi para traveler.

Jika traveler benar-benar ingin melindungi diri sendiri, pastikan traveler tetap menyimpan boarding pass dan tidak membiarkan orang lain mengetahuinya. (TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved