Anak Kedua Gelapkan Tanah Warisan, Saudara-saudaranya Pun Mengamuk di Kantor BPN Indramayu

Puluhan orang yang masih satu keluarga mengamuk dengan mendatangi kantor Kementerian Agraria

Anak Kedua Gelapkan Tanah Warisan, Saudara-saudaranya Pun Mengamuk di Kantor BPN Indramayu
tribunjabar/Handhika Rahman
Anggota keluarga mengamuk terkait sengketa tanah warisan di Kantor ATR/BPN Kabupaten Indramayu, Senin (14/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Puluhan orang yang masih satu keluarga mengamuk dengan mendatangi kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Indramayu, Senin (14/10/2019).

Diketahui mereka menggeruduk kantor ATR/BPN Kabupaten Indramayu karena sengketa perebutan hak waris tanah keluarga.

Seorang ahli waris, Nilam Sari (40) mengatakan, seorang anggota keluarganya melakukan penggelapan dengan cara menjual tanah warisan orangtua.

"Dia itu anak kedua, dulunya sertifikat ini masih atas nama orangtua, karena ingin pinjam ke bank di sertifikatnya harus ada nama dianya dong, terus diubah nama sertifikatnya itu jadi nama orangtua beserta nama dianya juga," ucapnya kepada Tribuncirebon.com.

Seorang Nenek Tewas Terbakar di Rumahnya, Tak Mampu Selamatkan Diri Saat Kebakaran

Nilam Sari menjelaskan, tanah warisan di Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu itu padahal sudah diamanahi untuk dibagi sama rata oleh orangtuanya dahulu.

Ada 8 orang anak yang diwarisi tanah, namun tanah-tanah itu sekarang sebagian sudah hilang diiperjualbelikan untuk kepentingannya pribadi.

"Setelah bertahun-tahun dia ingin menguasai, jadi hilang sudah nama orangtua dan yang tercantum sekarang nama dianya," ucap Nilam Sari.

Adapun alasan mereka menggeruduk Kantor ATR/PBN Indramayu karena hendak meminta sertifikat tanah itu kembali.

Diketahui sekarang ini sertifikat tersebut berada di Kantor ATR/BPN Indramayu dan sudah diblokir.

Kemarahan anggota keluarga itu semakin memuncak saat mengetahui adanya surat pendaftaran peralihan hak, pembebanan, dan pencatatan lainnya yang menyatakan nama yang berhak dan pemegang hak lainnya adalah anak kedua itu.

Sosok/Profil Kolonel Hendi Suhendi, Namanya Banyak Dipakai Anak Sunda, Kini Jalani Hukuman Penjara

Pantauan Tribuncirebon.com, mereka marah-marah di depan pintu masuk Kantor ATR/BPN Kabupaten Indramayu.

Adu mulut pun tidak terelakan antara keluarga dan petugas security. Mereka meminta agar sertifikat ini segera dikembalikan.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi, pihak ATR/BPN Kabupaten Indramayu belum bisa memberikan keterangan.

"Nanti saja Mas nanti, akan disidangkan (rapatkan) dahulu," ujar seorang petugas security.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved