Eksepsi Terdakwa Kasus Suap Jual Beli Jabatan Romahurmuziy Ditolak Hakim Pengadilan Tipikor

Adapun Romahurmuziy merupakan terdakwa dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Eksepsi Terdakwa Kasus Suap Jual Beli Jabatan Romahurmuziy Ditolak Hakim Pengadilan Tipikor
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan anggota DPR sekaligus mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy.

Adapun Romahurmuziy merupakan terdakwa dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

"Mengadili, satu, menyatakan keberatan atau eksepsi terdakwa dan tim penasihat hukum terdakwa Muhammad Romahurmuziy tidak dapat diterima," ujar Hakim Ketua Fahzal Hendri saat membacakan amar putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Sidang Kasus Suap, Romahurmuziy Akui Kembalikan Rp 250 Juta ke Penyuap: Dakwaan Saya Mestinya Gugur

Dengan demikian, persidangan terhadap Romahurmuziy dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Majelis hakim juga menyatakan Pengadilan Tipikor Jakarta berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara ini.

Majelis hakim menyatakan, surat dakwaan untuk Romahurmuziy telah memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana ketentuan dalam Pasal 156 juncto Pasal 143 Ayat (2) huruf a dan b KUHAP dan dapat dijadikan dasar pemeriksaan perkara.

"Memerintahkan penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melanjutkan pokok pemeriksaan pada perkara ini," kata dia.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim juga menilai beberapa poin eksepsi Romahurmuziy dan penasihat hukum tak sesuai dengan lingkup eksepsi.

Kemudian, ada yang sudah menyinggung ke materi pokok perkara dan harus dibuktikan di persidangan.

Sehingga, tidak beralasan secara hukum dan patut dikesampingkan.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved