Breaking News:

Warga Asal Jabar di Wamena akan Dipulangkan dalam Dua Gelombang, Ada yang Kena Bacok di Kepala

Pemulangan ratusan warga asal Jawa Barat di Wamena, Papua, akan dilakukan dalam dua tahap atau gelombang.

KOMPAS.com/ JOHN ROY PURBA
Kondisi warga yang mengungsi di markas Polisi Militer pasca-kerusuhan Wamena pada pagi ini, Selasa (24/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemulangan ratusan warga asal Jawa Barat di Wamena, Papua, akan dilakukan dalam dua tahap atau gelombang.

Selain mereka yang menginginkan kembali ke Jawa Barat, banyak di antaranya yang memilih bertahan Tanah Papua.

Ketua Operasional Jabar Quick Respons, Reggi K Munggaran, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan di lokasi pengungsian di Gedung BTN Sosial, Jayapura.

Sementara ini, pihaknya mencatat ada 77 orang yang berada di lokasi pengungsian mulai dari orang dewasa dan anak-anak.

ACT Kembali Fasilitasi Keinginan Ratusan Pengungsi Wamena untuk Bertemu Keluarga

Pemda Kabupaten Majalengka Siap Jemput Korban Kerusuhan di Wamena

Para Perusuh di Wamena Ternyata Banyak yang Tak Dikenali Warga, Pengungsi Justru Diselamatkan Warga

Untuk tahap pertama sebanyak 54 orang warga Jabar yang berada di Wamena akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, Selasa (8/10/2019).

"Masih ada yang datang dari Wamena, datanya masih update terus ya. Tapi yang dipastikan akan pulang itu sekitar 54 orang, itu rencananya selasa pulang. Kita prioritaskan kelompok rentan, perempuan, ibu hamil, lansia, anak kecil, difabel," ujar Reggi saat dihubungi, Minggu (6/10/2019).

Reggi mengatakan pihaknya belum dapat mendata berapa jumlah warga Jabar yang akan dipulangkan pada gelombang kedua.

Terlebih beberapa di antaranya memilih untuk tinggal di Papua.

Reggi pun belum dapat memastikan berapa jumlah warga Jabar yang memilih tidak pulang ke kampung halaman tersebut.

"Kerena warga Jabar banyak yang memilih tinggal di sana menghidupkan ekonominya, membangun Wamena bersana warga di sana, kerja bakti dan solidaritas warga Wamena sangat hebat. Banyak memilih tinggal lebih banyak dibanding pulang," katanya.

Adapun warga yang memilih dievakuasi untuk kembali ke Jabar, sebagian mengalami trauma setelah terjadi konflik sosial di Wamena.

Dia menyampaikan pemerintah setempat juga sedang melakukan trauma healing kepada warga Jabar tersebut.

Terlebih, lanjut dia, trauma banyak dialami oleh perempuan.

Karena itu, sebelum kembali ke Jabar mereka mendapatkan penyembuhan untuk menghilangkan trauma yang dialami.

"Ada satu korban warga Jabar, kepala dibacok, baru keluar rumah sakit. Rencananya juga ikut pulang," katanya. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved