Pria ini Beri 'Nafas Buatan' pada Dombanya Bernama Hooligan Usai Beradu dengan Domba Garut Junior
Pertarungan adu domba yang menarik antara domba bernama Junior berusia 3 tahun milik Gun Gun asal Jatinangor dan lawannya, domba Garut, Hooligan
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Adu ketangkasan domba Garut yang digelar UKM Paguyuban '30 Fakultas Peternakan Unpad, di Pamidangan Kiarapayung, Jatinangor Kabupaten Sumedang pada Minggu (6/10/2019), menyajikan hiburan meriah.
Adu ketangkasan domba yang di antaranya menampilkan sejumlah domba Garut digelar sejak pagi hingga sore.
Domba yang diadukan berasal dari hampir seluruh daerah di Jawa Barat (Jabar).
Pantauan Tribun Jabar, ada pertandingan adu domba yang menarik antara domba bernama Junior berusia 3 tahun milik Gun-gun asal Jatinangor dan lawannya, domba Garut bernama Hooligan.
• Paguyuban 30 Fapet Unpad Gelar Adu Domba, Junior Perkasa Bikin Holigan Ditandu ke Luar Arena
• Domba Bertanduk Empat di Sumedang Ini Dihargai Rp 150 Juta
Saat itu, kedua domba masuk ke arena pertandingan di lapangan seluas kira-kira 10 meter persegi.
Diiringi alunan musik tradisional serta lagu dari sinden (penyanyi), kedua domba memulai pertempuran.
Kedua domba mengambil ancang-ancang kemudian berbarengan berlari untuk mengadukan sesama tanduknya.
Tak berselang lama, domba Hooligan terjatuh.
Kemudian dia tampak oleng saat kembali berdiri setelah beradu tanduk dengan lawannya, si Junior yang tanduknya melebar dan melingkar.
Pemilik domba bernama Hooligan langsung membawanya ke luar arena, Hooligan tampak tak bisa berjalan sempurna.
Di luar arena, seorang pria tampak memeluk si Hooligan, memberinya air minum dan agak janggal, pria tersebut berulang kali tampak seperti memberi nafas buatan pada Hooligan lewat mulutnya.
Tubuh hewan ternak itu tampak masih bergerak dan matanya masih terbuka.
Ia juga masih sempat bisa berjalan namun memang tidak normal.
Seni ketangkasan dengan menyajikan hiburan adu domba Garut ini, memperebutkan Piala Paguyuban '30 Fapet Unpad dengan hadiah tiga ekor sapi serta 28 alat elektronik lainnya.
Adu ketangkasan domba itu digelar sejak Sabtu (5/10) dan diikuti 800-an lebih domba Garut.
Ratusan pemilik domba Garut itu membawa beragam domba dengan tanduk keras melingkar di kepala.
Seni ketangkasan adu domba ini, menyajikan hiburan yang menarik bagi warga.
Setiap momen di arena tarung melibatkan dua domba itu, kerap memukau penonton.
Apalagi, dua domba yang bertarung tampak gagah, perkasa dan sangar dengan tanduk melingkar di kepala.
Di arena tarung, tiga juri memantau. Salah satunya Aay (40) asal Garut.
Juri ini bertugas untuk menilai sejumlah hal. Misalnya, kesehatan domba, adeg-adeg atau penampilan, teknik pukulan, teknik bertanding dan keberanian domba yang beradu.
"Poin tertinggi penilaian kesehatan. Nilainya lebih dari 10 Lalu adeg-adeg atai penampilan, teknik pukulan dan teknik bertanding saat beradu," kata Aay.
Bagi masyarakat Jabar, seni ketangkasan adu domba Garut ini sudah jadi bagian dari tradisi budaya masyarakat yang dilaksanakan secara turun temurun.
Di arena tarung, disertai alunan musik tradisional sehingga membuat suasana jadi meriah.
Sementara itu Gun Gun (35) yang membawa domba Garut berusia tiga tahun dengan tanduknya yang keras dan melingkar mengaku bahaw ia juga sebagai peternak domba di Tanjungsari, Sumedang.
"Domba saya ( yang bernama Junior) pernah juara dua adu ketangkasan. Waktu Piala Presiden, juara dua di fashion domba. Domba saya yang ini dihargai puluhan juta, lumayan," ujar Gun Gun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/adu-domba-menolong-domba.jpg)