Masukkan Tangan ke Lubang Dekat Sungai, Yusuf Kaget, di Dalamnya Ada Ular Kobra, Langsung Bereaksi
Warga Desa Walatung, Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan itu tewas dipatuk ular kobra.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Lokasi rawan itu pun akan menyulitkan untuk mendapatkan pertolongan dari tim medis.
Terlebih jika di sana tak ada satu orang pun yang bisa menolong.
Melansir dari Kompas.com, saat terkena gigitan ular dan sedang sendirian, sebaiknya tak boleh melakukan pergerakan.
Hal ini disampaikan pakar gigitan ular dan toksikologi Tri Maharani.
• Nahas, Pria di Bandung yang Kerap Jual Ular Kobra Ini Tewas Dililit Ular Piton, Begini Kronologinya
Jika berlari, bisa ular justru akan menyebar ke seluruh tubuh.
Oleh karena itu, lebih baik posisi tubuh langsung dibaringkan.
Saat tubuh berbaring, bisa ular akan tetap berada di sekitar bagian tubuh yang digigit (lokal).
Artinya, bisa ular itu tak akan menyebar secara sistemik.
Posisi ini justru akan memembuat metabolisme tubuh mengeluarkan sendiri racun dari tubuh.
Tri Maharani pun mengutip penjelasan dari buku panduan WHO.
Saat racun masih ada pada fase lokal, dalam dua sampai tiga hari racunnya sudah keluar.
"Kalau ada di fase lokal, (bisa) keluar dengan sendirinya. Minimal observasi 24-48 jam. Jadi, kalau tergigit dan hanya sendiri, nggak bisa kemana-mana, dalam 2-3 hari sudah keluar (racunnya),” kata Tri Maharani.
Nah, agar memastikan racunnya sudah keluar, perlu diperhatikan pula gejala yang ditimbulkan.
Ada perbedaan gejala dari setiap jenis racun dari bisa ular.
Pertama, gigitan ular king kobra, ular laut, dan ular weling menghasilkan racun neurotoksin.
Gejala yang timbul adalah rasa kantuk.
