Selasa, 14 April 2026

2 Polisi yang Kejar Mahasiswa Demo di Makassar hingga Masuk Masjid Dipenjara 14 Hari

Dua oknum polisi yang mengejar mahasiswa peserta demo di Makassar, Sulawesi Selatan, hingga masuk masjid akhirnya dihukum penjara.

Editor: Yongky Yulius
Kompas.com/Hendra Cipto
anggota polisi masuk masjid mengenakan sepatu sambil membawa tameng dan pentungan memukuli mahasiswa terekam video amatir dan menjadi viral di media sosial. 

TRIBUNJABAR.ID - Dua oknum polisi yang mengejar mahasiswa peserta demo di Makassar, Sulawesi Selatan, hingga masuk masjid akhirnya dihukum penjara.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (4/10/2019), Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani menyebut sanksi disiplin itu berupa penjara selama 14 hari.

Kedua oknum polisi itu dijatuhi sanksi setelah melalui proses persidangan di Propam Polda Sulsel.

"Sudah kami tangani oleh Propam Polda Sulsel, yang bersangkutan sudah dikenakan sanksi. Dia harus ditahan selama 14 hari," ungkap Dicky di Mapolda Sulsel, Rabu (3/10/2019).

Diketahui, dua aparat kepolisian itu masuk ke masjid Syuhada 45 dalam kondisi mengenakan sepatu, bertameng, dan membawa pentungan untuk menangkap mahasiswa yang kabur.

Mahasiswa yang dikejar itu disebut melakukan pelemparan kepada aparat saat kericuhan unjuk rasa menolak UU KPK dan RUU lainnya yang bermasalah di depan Gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019) lalu.

"Kalau menurut keterangan propam hanya ada dua (polisi). Semuanya sudah sidang disiplin," ujar Dicky.

Viral, Video Perempuan di Manado tanpa Busana Bareng Seorang Pria, Begini Kata Polisi

Dalam video yang viral di media sosial, anggota polisi berseragam lengkap itu tak hanya masuk masjid, namun juga memukuli mahasiswa.

Dicky sempat menyebut video viral itu terjadi di wilayah Pulau Jawa, bukan di Makassar.

Namun setelah ditelusuri, ternyata pemukulan mahasiswa yang ricuh saat demo itu benar terjadi di Makassar.

Dicky menyebut oknum polisi yang bertindak berlebihan pasti diproses secara hukum.

Namun, mahasiswa yang melakukan pelemparan saat demo juga akan ditindak tegas.

Polrestabes Makassar Minta Maaf

Bentrok aparat kepolisian dengan demonstran pecah di fly over Slipi, Jakarta Barat, Senin (30/9/2019). Massa melempari polisi dengan batu. Aparat kepolisian membalasnya dengan gas air mata. Massa kemudian luber berlarian masuk ke dalam tol dalam kota. Tol dalam kota kini lumpuh.
Bentrok aparat kepolisian dengan demonstran pecah di fly over Slipi, Jakarta Barat, Senin (30/9/2019). Massa melempari polisi dengan batu. Aparat kepolisian membalasnya dengan gas air mata. Massa kemudian luber berlarian masuk ke dalam tol dalam kota. Tol dalam kota kini lumpuh. (kompastv)

Setelah video polisi yang masuk masjid bersepatu itu viral, Kasat Binmas Polrestabes Makassar AKBP Adzan Subuh meminta maaf.

Pemintaan maaf itu disampaikan Adzan saat bertemu Ketua Pengurus Masjid Syuhada 45 yang juga Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel Yahya Syam, Rabu (25/9/2019).

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved